Arakan Liong 130 Meter Akhiri Pekan Budaya Tionghoa

Berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni naga barongsay, penyajian makanan khas, ramalan feng shui dan pernik-pernik yang kental dengan adat budaya Tionghoa terhampar sepanjang Jalan Ketandan, Yogyakarta, dalam acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) V. Acara-acara tersebut memeriahkan puncak perayaan 15 hari sesudah Perayaan Imlek 2561 atau pada saat Cap Go Meh.

Perayaan Cap Go Meh dirayakan warga Tionghoa dengan makan lontong dan opor ayam.  Perayaan ini tak pelak lagi menjadipesta rakyat. Tak hanya warga Tionghoa yang sedang merayakan Cap Go Meh saja, melainkan pesta budaya bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Rangkaian terakhir dari PBTY V digelar karnaval budaya sepanjang jalan Malioboro, diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Antara lain kelompok-kelompok naga barongsay, grup badut, Paguyuban Onthel Djogjakarta (PODJOK), Padepokan Bagong Kussudiarjo, LPK Tari Natya Laksita, Yon Armed 11 Kostrad Magelang, UNY, ISI dan masih banyak lagi.

Perarakan Giant Lantern Dragon sepanjang 130 meter yang mendapatkan penghargaan dari MURI ini di dalamnya berhias lentera. Kehadiran Liong raksasa menjadi penanda usainya perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Yogyakarta.

Semoga slogan Indonesia Tanah Airku, Yogyakarta Kotaku Yang Tercinta ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang. Semoga…

(Artha Ariadina)


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review