Bangunan Cagar Budaya Banyak Beralih Fungsi

Bekas asrama Belanda di sebelah utara Tugu yang kini sudah berubah fungsi sebagai pompa bensin

Drs Afnan Hadikusumo, mantan Anggota DPRD DIY, kini Anggota DPDRI

Meski perda tentang pelestarian kawasan dan benda cagar budaya telah disahkan DPRD Provinsi DIY, tetapi agaknya sudah terlambat karena banyak bangunan kuno yang kini beralih bentuk. Sulitnya pelestarian adalah karena minimnya anggaran yang dialokasikan Pemprov DIY. Hal itu diungkapkan Drs Afnan Hadikusumo, mantan Anggota DPRD DIY yang kini menjadi anggota DPD RI.

Afnan berharap, Pemprov DIY melaksanakan secara tegas amanat perda yang sudah disahkan tahun 2006 itu. Dia menyebutkan beberapa kawasan yang sudah beralih fungsi. Untuk wilayah kota, di sebelah utara Tugu, tadinya bekas markas Belanda sekarang beralih bentuk menjadi pompa bensin. Di wilayah Pakualaman yang bersebelahan dengan Puro Pakualaman ada beberapa rumah Belanda yang sebagian sudah beralih fungsi sebagai ruko. Dan beberapa rumah lainnya tidak dirawat.

Bekas gardu PLN jaman Belanda kini berubah fungsi menjadi tempat iklan. Plaza Ambarrukmo sebenarnya masuk cagar budaya karena ditempat tersebut Sultan HB-VII nenepi atau bersemadi. Afnan menambahkan, seharusnya ada radius-radius di mana kawasan baru di Ambarrukmo bisa tetap mendukung lingkungan cagar budaya.

Bekas rumah orang Belanda di dekat Puro Pakualaman yang tidak dirawat. Padahal lokasinya bersebelahan dengan rumah tinggal Paku Alam IX

Yang masih bisa diamankan adalah kawasan Tamansari, Kotagede, kawasan benteng Vredeburg dan beberapa lainnya. Persoalannya sekarang adalah pada tersedianya anggaran. Di luar negeri untuk nguri-uri kebudayaan setempat disediakan dana yang sangat besar. Sementara di DIY anggarannya minim. Apalagi pasca gempa, masih banyak kawasan cagar budaya yang belum dipugar. Sehingga dana yang kecil itu masih harus dibagi-bagi untuk memugar kawasan cagar budaya yang menjadi korban gempa, berebut dengan pemeliharaan kawasan cagar budaya lain yang tidak diluluh-lantakkan gempa.

Afnan berharap, LSM dan pemerintahan mancanegara dapat membantu upaya penyelamatan kawasan dan benda cagar budaya. Mantan anggota DPRD DIY ini juga mengharapkan, dewan hendaknya terus melakukan dorongan kepada eksekutif agar gigih mengolah berbagai terobosan. Sebab, kalau hanya mengandalkan alokasi dana yang disediakan, besarannya tetap tidak akan mampu membiayai upaya pelestarian kawasan dan benda cagar budaya yang sedemikian luasnya di provinsi sarat predikat ini. (arm)


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review