BISNIS, GOLF DAN KEJUANGAN BISAKAH DIPADUKAN?

Walikota Yogya, Herry Zudianto (kiri) bersalaman dengan Ketua Kadin Kota, Aji Karnanto usai penandatanganan MoU disaksikan Prof.Dr. Sri Edi Swasono

Kenapa Tidak! Justru harus. Itu penegasan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Kadin Kota periode 2010 – 2014 di Balaikota, Jumat (21/5). Pengurus baru Kadin Kota Yogyakarta diketuai Aji Karnanto, SE, MM. Masalah perpaduan tiga hal di atas  juga diamini oleh Prof. Dr. Sri Edi Swasono yang hadir sebagai pembicara usai pelantikan.

Bisnis memang ujung-ujungnya pada hitung-hitungan untung rugi. Kalau tidak untung ya buntung. Karenanya pebisnis putar otak bagaimana usahanya supaya tidak gulung tikar. Namun, untuk Indonesia, berbisnis hendaknya perlu pakai etika, terlebih kita mempunyai Pancasila.

Dianalogkan Walikota, olahraga golf dapat menjadi gambaran untuk berbisnis di negeri kita bila tidak ingin ada yang terlindas arus perdagangan bebas.Yang harus jadi pelindung para pebisnis kecil, ya kalangan pebisnis sendiri. Di dalam olahraga golf, ada aturan yang menjadikan sebuah turnamen itu lebih adil dan setara, supaya seorang pemain tidak kalah melulu bila bertanding melawan pemain yang sudah lebih berpengalaman; yakni dengan sistem handicap. Banyak pemain tidak membuat skor yang begitu baik pada kompetisi ketimbang pada ronde sehari-hari.  Sementara,  ada pemain yang sering bertengger di ranking atas, tetapi rupanya tidak pernah bermain cukup baik sehingga  mengakibatkan handicap mereka dikurangi.

Etika bermain golf  agaknya perlu diterapkan oleh para pebisnis. Yakni: jujur, tangguh, sopan, teliti, konsisten, akurasi dan disiplin. Itu untuk penguatan pebisnis ke dalam diri mereka sendiri. Namun untuk mengamankan usaha dalam sebuah komunitas dari serbuan perdagangan bebas, haruslah hal di atas ditambah dengan satu komitmen: antar sesama pebisnis saling menguatkan. Tidak justru saling menggilas.

Untuk itulah, nilai-nilai kejuangan perlu terus dikembangkan; bukan hanya oleh kalangan militer saja, melainkan kalangan pemerintahan maupun masyarakat umum termasuk di dalamnya pengusaha. Kata kejuangan mengandung unsur-unsur semangat berkobar, kontinyu terus menerus, tak kenal menyerah, tulus dan ikhlas, dan hanya mengharap ridhlo Ilahi dalam menjalankan aktivitasnya.

Sebagai petinggi kota Yogyakarta, Walikota Herry Zudianto cepat tanggap akan perlunya keterlibatan pemerintah dalam penguatan sektor usaha di kota sarat predikat ini. Karena itulah, dalam kesempatan pelantikan pengurus baru kadin kota, dilakukan pula penandatanganan MoU atau nota kesepahaman antara pemerintah kota Yogyakarta dengan kadin setempat.

Di dalam nota kesepahaman itu antara lain tertuang perlunya bareng-bareng memikirkan, mengatasi dan memberikan jalan keluar bagi usahawan di Yogyakarta agar mampu berkembang di tengah kekhawatiran gempuran produk asing pasca diberlakukannya perdagangan bebas.*** (ARM/WN)


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review