<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apa Kabar Jogja &#187; ARTIKEL</title>
	<atom:link href="http://www.apakabarjogja.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apakabarjogja.com</link>
	<description>city of culture and excellence in information technology trend</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 10:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Apakah Multimedia Itu ?</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/apakah-multimedia-itu/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/apakah-multimedia-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 12:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akj2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, dan grafik. Kombinasi dari beberapa komponen tadi bila di sinergikan menjadi sebuah sistem dan apa bila pengguna atau user bisa mengontrolnya maka hal ini disebut multimedia interaktif. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" style="border: 2px solid black; margin: 3px;" src="http://img191.imageshack.us/img191/7255/multiiq.jpg" alt="" width="178" height="140" />Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, dan grafik. Kombinasi dari beberapa komponen tadi bila di sinergikan menjadi sebuah sistem dan apa bila pengguna atau <em> user </em>bisa mengontrolnya maka hal ini disebut multimedia interaktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Kemampuan penyimpanan dan pengolahan gambar digital dalam belasan juta warna dengan resolusi tinggi serta reproduksi suara maupun video dalam bentuk digital. Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur &#8211; unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan didalam komputer untuk disimpan, diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer dengan user. Teknologi Multimedia merupakan perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik, perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir diseluruh aspek kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Multimedia memungkinkan pemakai komputer untuk mendapatkan <em>output</em> yang menarik dibanding dengan media cetak maupun elektronik lain seperti koran atau radio.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 169px"><img style="border: 3px solid black; margin: 3px;" src="http://img130.imageshack.us/img130/9434/tonycy.jpg" alt="" width="159" height="226" /><p class="wp-caption-text">Tonny Hidayat, S.Kom (STMIK “AMIKOM” Yogyakarta)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kemampuan dari multimedia komputer untuk menyajikan suatu informasi sangatlah nampak, karena disajikan dengan berbagai macam-macam elemen seperti suara, teks, grafik, video, maupun animasi yang diharapkan dapat dirancang suatu sistem yang lebih interaktif, sehingga informasi yang ditampilkan tidak hanya terbatas dalam model teks tetapi penggabungan dari elemen-elemen multimedia tersebut sehingga inforrmasi yang disampaikan dengan metode multimedia, akan lebih efisien penyampaiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangan teknologi dibidang aplikasi multimedia saat ini semakin marak bersaing dan banyak digunakan oleh orang banyak. Teknologi multimedia sudah mampu bersaing dan sangat fleksibel digunakan di berbagai bidang. Didalam dunia pemasaran hubungan teknologi multimedia telah dirasakan sebagai suatu terobosan baru dalam mencari alternatif suksesnya kegiatan tersebut. Sebagian besar perusahaan-perusahan besar atau menengah menerapkan jalur pemasaran melalui teknologi berbasis multimedia, sebagai contoh adalah periklanan televisi dan bidang perfilman.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tonny  hidayat : tonny_hank@amikom.ac.id</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/apakah-multimedia-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>‘SI BIRU’ MENYALA DARI KOTORAN SAPI</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/%e2%80%98si-biru%e2%80%99-menyala-dari-kotoran-sapi/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/%e2%80%98si-biru%e2%80%99-menyala-dari-kotoran-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 05:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian warga dusun Paingan Pengasih Kulon Progo DIY, kini tak harus khawatir bila warung pemasok gas sedang kehabisan stok. Mereka tetap bisa memasak sayur dan air dari gas yang tidak harus dibeli di warung-warung desa. Kompor gas warga tetap akan memancarkan sinar birunya setelah segelintir warga dusun setempat secara tak sengaja mengolah kotoran sapi menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_824" class="wp-caption alignright" style="width: 222px"><img class="size-full wp-image-824 " src="http://img297.imageshack.us/img297/707/biogasa1.jpg" alt="" width="212" height="159" /><p class="wp-caption-text">sapi di kandang peternak</p></div>
<p style="text-align: justify">Sebagian warga dusun Paingan Pengasih Kulon Progo DIY, kini tak harus khawatir bila warung pemasok gas sedang kehabisan stok. Mereka tetap bisa memasak sayur dan air dari gas yang tidak harus dibeli di warung-warung desa.</p>
<p style="text-align: justify">Kompor gas warga tetap akan memancarkan sinar birunya setelah segelintir warga dusun setempat secara tak sengaja mengolah kotoran sapi menjadi biogas.</p>
<p style="text-align: justify">Latar belakang pengolahan kotoran sapi menjadi biogas itu dipelopori oleh Sukidal  pada tahun 2002. Akan tetapi mulai serius dikembangkan baru sekitar tahun 2006. Dulunya, Sukidal hanya menggunakan sendiri. Dia memasak dengan bahan bakar biogas, sementara pupuknya tetap laku dijual.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Di luar dugaan, dari mulut ke mulut diketahui bahwa selain menjual pupuk hasil dari kotoran sapi miliknya, Sukidal juga memproduksi biogas.</p>
<p style="text-align: justify">Maka banyak warga dusun lain yang ‘ngangsu kawruh’ ke Sukidal untuk mengolah lotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik sekaligus. Padahal sebelumnya, kotoran sapi yang baunya sangat menyengat itu dibiarkan mongering begitu saja.</p>
<p style="text-align: justify">Pemnafaatan biogas yang dihasilkan, semula hanya untuk memanaskan bekatul pakan sapi saja. Baru setelah dihitung-hitung nilai ekonomisnya, barulah Sukidal dan beberapa warga Paingan, Sendangsari Pengasih itu mengoptimalkan pemakaian biogas untuk keperluan memasak di rumah-rumah mereka.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Penyebab utama  warga budidaya biogas ini sudah menjadi kebiasaan dan rutinitas masyarakat sekitarnya. Artinya ketika mereka memproduksi pupuk organik, lebih karena sebagian besar lingkungan mereka membuat produk tersebut, karena terkadang sudah menjadi kebiasaan dari keseharian masyarakat. Mereka tidak pernah lagi terpikirkan apakah produk mereka punya nilai ekonomis yang tinggi atau tidak, yang penting yang penting mereka dapat mempergunakan pupuk organic tersebut untuk kebutuan para petani memupuk sawah dan ladang mereka</p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify">Dalam beberapa tahun terakhir ini, warga dusun setempat bermimpi, ke depan pengelolaan biogas dan hasil pupuk organic dari kotoran sapi itu menjadi sebuah industri rakyat yang menguntungkan.</p>
<p style="text-align: justify">Bahkan hasil biogas dan pupuk irganik di dusun ini dapat menghasilkan rupiah yang cukup besar, karena banyaknya pupuk yang kelak diminati petani daerah lain. Saat ini, pupuk satu karung seberat 20-kg an harganya Rp 8 ribu. Masih murah memang harganya.</p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify">Impian warga dusun Paingan makin melebar. Ke depan, tak hanya akan menjadi pemasok biogas  dan pupuk organik ke luar daerah. Warga setempat berharap, Paingan dapat dikemas sebagai desa tujuan pariwisata bahkan sebagai salah satu tempat pelatihan kerja di bidang pengolahan biogas dan pupuk organik.</p>
<p>Dengan demikian, potensi yang dimiliki Paingan benar-benar mampu mengangkat derajad kehidupan warga setempat. Syukur-syukur, makin menekan angka</p>
<div id="attachment_826" class="wp-caption alignright" style="width: 113px"><img class="size-full wp-image-826   " src="http://img194.imageshack.us/img194/8551/arif.jpg" alt="" width="103" height="139" /><p class="wp-caption-text">Zainal Arifin (Anggota Tim Pengelola)</p></div>
<p>pengangguran yang terjadi di pedesaan.</p>
<p>Bila ingin memperoleh informasi lebih lengkap ihwal biogas dan pupuk organik di dusun Paingan, silakan menghubungi:  Zainal Arifin, salah seorang Tim Pengelola Biogas dan Pupuk Organik Paingan. Kontak person: 081802667857.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>(arm)</strong></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/%e2%80%98si-biru%e2%80%99-menyala-dari-kotoran-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menang Lomba Antar Teve Lokal Gunakan Jurus 3 in 1</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/menang-lomba-antar-teve-lokal-gunakan-jurus-3-in-1/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/menang-lomba-antar-teve-lokal-gunakan-jurus-3-in-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 05:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[Three in One bukanlah iklan sampo, melainkan strategi dalam memproduksi sebuah tayangan televisi atau dokumentasi audio visual. Maksud dari 3 in 1 adalah, 3 pekerjaan sekaligus dilakukan oleh hanya satu orang saja. Ketika di lapangan melakukan liputan, biasanya minimal 2 orang yang bertugas. yakni: Reporter dan Kamerawan. Sedangkan di dapur redaksi, editing Audio visual yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Three in One</strong> bukanlah iklan sampo, melainkan strategi dalam memproduksi sebuah tayangan televisi atau dokumentasi audio visual. Maksud dari 3 in 1 adalah, 3 pekerjaan sekaligus dilakukan oleh hanya satu orang saja. Ketika di lapangan melakukan liputan, biasanya minimal 2 orang yang bertugas. yakni: Reporter dan Kamerawan. Sedangkan di dapur redaksi, editing Audio visual yang berperan.</p>
<p style="text-align: justify;">Strategi 3 in 1 ini saya terapkan di pemberitaan APA KABAR JOGJA RBTV, pertama-tama adalah mensiasati minimnya SDM yang ada. Karenanya, saya gunakan jurus manajemen ramping. Saya merangkap 3 pekerjaan sekaligus. Sebagai <strong>Reporter/Penulis Naskah, Kamerawan </strong>sekaligus sebagai <strong>Editing Audio Visual</strong>.</p>
<div id="attachment_793" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://img218.imageshack.us/img218/8563/p2010005editkecil1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-793 " src="http://img218.imageshack.us/img218/8563/p2010005editkecil1.jpg" alt="Sebagai Produser Pemberitaan RBTV, MSV Sabet 4 Award" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sebagai Produser Pemberitaan RBTV, MSV Sabet 4 Award</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pengelolaan ramping bagi sebuah aktivitas bisnis, seperti halnya sedang diet, hakikatnya adalah untuk menghilangkan lemak, membuat lebih sehat, cepat dan kompetitif. Pendeknya, menciptakan kinerja tinggi. Sebab, menghilangkan segala jenis kelebihan &#8220;daging&#8221; dapat memberi keuntungan yang dramatis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengelolaan ramping 3 in 1 tak dinyana, berbuah kemenangan. Saya  mengGAGAS, memPRAKTEKkan, dan akhirnya meMENANGkan suatu lomba profesi.  Setiap tahun sejak 2005 hingga 2009   Pemberitaan RBTV selalu mengikuti Lomba untuk memperebutkan award Walikota Yogyakarta. Saingannya ada 3 teve lokal: Jogja TV, TATV dan TVRI. Ketiganya jauh lebih kuat dalam hal SDMnya ketimbang RBTV. Karena itulah, saya menerapkan jurus 3 in 1. <strong>Saya GAGAS, saya PRAKTEK dan saya MENANG</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Di ajang lomba tahun 2005, ketika pertama kali diadakan lomba antar teve lokal di Jogja, RBTV menyabet penghargaan sebagai Televisi Penyaji Feature Berita Terbaik, dengan liputan berjudul: <strong>Geliat Masyarakat Kampung Kricak dalam Menata Keindahan Lingkungannya</strong>. Untuk lomba tahun 2008, liputan saya berjudul <strong>Pembuatan Blangkon</strong> berdurasi 5 menit memenangkan lomba dan memperoleh award sebagai TELEVISI PENYAJI BERITA TERBAIK. Nominatornya adalah Jogja TV, TATV, TVRI dan si pemenang RBTV.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk lomba tahun 2009, lagi-lagi karya saya menang kembali. Bahkan lebih berbobot karena bukan sekedar produk berita melainkan feature. Judul karya saya adalah <strong>SEKELUARGA MELUKIS</strong>, berdurasi 21 menit, memperoleh award sebagai TELEVISI PENYAJI FEATURE TERBAIK. Nominatornya Cuma 2 saja, Jogja TV dan si pemenang RBTV.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bertanya apa rahasia dari kemenangan yang saya raih dua tahun berturut-turut itu? Jawabnya memang tak terlepas dari pengalaman saya 32 tahun berprofesi sebagai wartawan media cetak. Tetapi lebih dari itu, saya memiliki keinginan keras untuk dapat mengoperasikan kamera serta mengedit audio visualnya sejak awal saya bekerja di RBTV. Setelah dua yang terakhir itu saya kuasai (minimal untuk memproduksi tayangan berita televisi) saya baru berani terjun melakukan liputan. Dan hasilnya tidak mengecewakan, menyabet dua kali lomba di tahun 2008 dan 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang ingin membuat pekerjaan sendiri. Jurus Three in One saya jamin  sangat menguntungkan bagi Anda yang ingin memproduksi Dokumentasi Audio Visual pebisnis untuk kepentingan promosi. Anda hanya mengerjakan sendiri saja, hasilnya tidak kalah dengan karya dokumentasi yang dikerjakan <em>kroyokan</em> banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya <strong>PPPIKM</strong> (Pengrajin, Pedagang, Pengusaha Industri Kecil Menengah). PPPIKM pastilah ada di setiap jengkal negeri tercinta kita. Mereka tentu butuh media promosi. Nah, ini kesempatan bagi Anda. Bantulah para PPPIKM di sekitar tempat anda berdomisili. Karya dokumentasi anda pastilah berbeda dengan karya orang lain, karena dikerjakan dengan gaya Jurnalistik TV.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa itu Jurnalistik TV?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan Jurnalistik TV adalah naskah yang dikerjakan dikemas dalam gaya bahasa komunikatif, menerapkan prinsip ekonomisasi kata, efektif, mengalir sehingga enak untuk dinikmati. Sedangkan audio visualnya diolah layaknya seperti untuk tayangan berita televisi, dengan <em>angel</em>/sudut bidik yang mampu menggambarkan secara utuh obyek yang akan dibuat dokumentasi maupun tayangannya. Tentu, penyuntingan audio visualnya juga dilakukan dengan runtut dan pilihan statement yang ‘kuat’ guna memperjelas produk dokumentasi/berita teve yang akan disajikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang ingin menguasai jurus 3 in 1, saya membuka kesempatan yang selebar-lebarnya, melalui sebuah kursus. Kursus yang dibuka di <strong>MSV </strong>(kebetulan saya sebagai salah satu manager di PT MSV Pictures) bersifal PRIVAT. Anda sendirianpun  akan saya layani. Apalagi anda datang bersama orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi maaf kata, kursus yang saya masih harus dalam format darat atau klasikal, belum bisa jarak jauh. Ini disebabkan ada beberapa hal yang harus anda terima secara langsung dari saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuan klasikalnya hanya 3 kali saja. Setelah itu selama 1 bulan anda mendapatkan pendampingan di lapangan serta penajaman praktek di laboratorium MSV.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila tertarik, hubungi kami: <strong>AR Maryadi – kontak person 0274 7446298</strong>, atau bisa via e-mail: <a href="mailto:ar_maryadi@apakabarjogja.com">ar_maryadi@apakabarjogja.com</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda siap ditempa sebagai <strong>GSM</strong> (Generasi Siap Mandiri)? MSV Solusinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(AR Maryadi</em> &#8211; <em>Manager News Department PT MSV Pictures/Ass. Producer Pemberitaan AKJ-RBTV)</em></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/menang-lomba-antar-teve-lokal-gunakan-jurus-3-in-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

