<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apa Kabar Jogja &#187; PEMBANGUNAN</title>
	<atom:link href="http://www.apakabarjogja.com/category/greget-membangun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apakabarjogja.com</link>
	<description>city of culture and excellence in information technology trend</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 10:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>SILOAM SALURKAN BANTUAN BUAT EKS-WBLP</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/siloam-salurkan-bantuan-buat-eks-wblp/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/siloam-salurkan-bantuan-buat-eks-wblp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 10:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBANGUNAN]]></category>
		<category><![CDATA[PROFESI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apakabarjogja.com/?p=2462</guid>
		<description><![CDATA[GPSY (Griya Pemulihan Siloam Yogyakarta) adalah sebuah  lembaga yang care terhadap narkoba. Ini dapat disimak  dari berbagai aktivitasnya. Di dalam GPSY ada divisi  rehabilitasi untuk narkoba serta divisi  rehabilitasi untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Siloam juga melakukan pendampingan bagi napi yang sekarang disebut WBLP (Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan) maupun eks-WBLP. Warga yang sudah keluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GPSY (Griya Pemulihan Siloam Yogyakarta) adalah sebuah  lembaga yang care terhadap narkoba. Ini dapat disimak  dari berbagai aktivitasnya. Di dalam GPSY ada divisi  rehabilitasi untuk narkoba serta divisi  rehabilitasi untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Siloam juga melakukan pendampingan bagi napi yang sekarang disebut WBLP (Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan) maupun eks-WBLP.</p>
<p>Warga yang sudah keluar dari lapas kemudian mendapatkan pendampingan di sektor usaha. Dan mereka akhirnya mengalami recovery secara ekonomi. Selama orangtuanya berada di lapas, banyak anak-anak mereka yang tidak dapat meneruskan pendidikannya.</p>
<p>Tahun 2010 GPSY pernah menyalurkan bantuan dari Kemensos untuk pengembangan ekonomi produksi. Masing-masing keluarga mendapatkan Rp 7,5 juta. Warga binaan Siloam yang mendapatkan bantuan sebanyak 20 kepala keluarga.</p>
<p>Sedangkan tahun 2011 ini Siloam kembali mendapatkan kepercayaan dari Kemensos dan Dinas Sosial Provinsi DIY untuk menyalurkan bantuan kepada warga eks napi dalam bentuk permakanan dan kebutuhan dasar sebesar Rp 1.090.000 tiap orang. Seluruh warga binaan yang mendapat bantuan sebanyak 20 orang yang tersebar di kota dan 4 kabupaten di DIY.</p>
<p>Mereka merasa bersyukur mendapat bantuan yang dilaurkan Siloam ini. Sekurang-kurangnya mereka mendapatkan bantuan untuk mendukung keseharian mereka. Sebab cukup banyak diluaran, pasca menyelesaikan rehabilitasi di lapas, mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Justru mereka harus ditolong supaya tidak jatuh lagi ke masalah yag berhadapan dengan hukum.</p>
<p>Salah satu yang mendapatkan bantuan adalah mantan petinju amatir tingkat nasional berinsial AA, yang kini mukim di Gunung Kidul. Berbagai prestasi pernah diraihnya. Namun, sampai saat ini AA belum mendapakan pekerjaan tetap. Alangkah bahagianya keluarga AA bila KONI Gunung Kidul maupun DIY segera menunjukkan  kepeduliannya.  Umpamanya dengan mengangkat AA sebagai pelatih tinju.</p>
<p>Sungguh sangat prihatin melihat anak-anak bangsa, seperti AA ini, yang mempertaruhkan jiwa raganya untuk mengharumkan nama bangsa dan nama daerah tempat tinggal sang atlit, namun……mereka hidup seperti itu. Mereka patut ditolong sesegera mungkin. Semoga. ***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/siloam-salurkan-bantuan-buat-eks-wblp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampung Cyber itu Baru Ada di RT 36</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/kampung-cyber-itu-baru-ada-di-rt-36/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/kampung-cyber-itu-baru-ada-di-rt-36/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 08:44:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[PEMBANGUNAN]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=1949</guid>
		<description><![CDATA[Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pernah mengklaim sebagai &#8220;Yogyakarta Cyber Province&#8221;. Yakni, model propinsi yang mampu melakukan transformasi layanan yang berorientasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan TI dan komunkasi untuk membangun suatu wilayah propinsi yang berdaya saing, nyaman, mandiri, efisien, dan efektif. Namun kenyataannya, baru ada satu kelompok masyarakat yang bangkit secara mandiri, membangun jaringan internet untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pernah mengklaim sebagai &#8220;Yogyakarta<img class="alignright" style="margin: 3px 5px" src="http://img820.imageshack.us/img820/8967/editcyber1.jpg" alt="" width="297" height="237" /> Cyber Province&#8221;. Yakni, model propinsi yang mampu melakukan transformasi layanan yang berorientasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan TI dan komunkasi untuk membangun suatu wilayah propinsi yang berdaya saing, nyaman, mandiri, efisien, dan efektif.</p>
<p class="MsoNormal">Namun kenyataannya, baru ada satu kelompok masyarakat yang bangkit secara mandiri, membangun jaringan internet untuk warganya. Kelompok masyarakat itu adalah RT 36 Kampung Taman, Patehan Kraton, Kota Yogyakarta. Lokasi kampung itu mepet di situs kraton bekas pemandian Tamansari. Jumlah KK yang ada  27 Kepala Keluarga. Dari sejumlah itu, hanya 2 KK saja yang tidak memasang jaringan internet, karena memang sudah tua.</p>
<p class="MsoNormal">Heri Sutanto, Ketua RT yang masih berusia 34 tahun, sebenarnya pernah mengajukan ke pemerintah kota untuk membangun jaringan internet. Alasannya, hampir seluruh warga nya berwirausaha dan sebagian berhubungan dengan wisatawan asing. Ini jelas akan ikut &#8216;menjual&#8217; potensi kota sarat predikat ini. Di RT ini ada warga yang buka usaha ayam goreng, konveksi,  batik, sablon dan makanan kecil. Bahkan ada satu warga, yang membuka usaha jual beli dan servis peralatan memancing.</p>
<p class="MsoNormal">Namun dari pemkot datang jawaban, untuk urusan TI tidak ada pos anggaran yang tersedia. Penolakan dari pemkot ini justru diambil hikmahnya oleh Karyawan bagian TI sebuah PTS ini. Sebelum pemasangan, pengurus RT melakukan sosialisasi, termasuk hitung-hitungan biaya yang bakal dipikul bersama.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 255px"><img src="http://img19.imageshack.us/img19/6041/editfoto7.jpg" alt="" width="245" height="179" /><p class="wp-caption-text">Hampir tiap sore anak-anak mengakses internet di Cakruk Ronda didampingi bapak atau ibu pengurus RT</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 215px"><img src="http://img688.imageshack.us/img688/7391/editfoto5.jpg" alt="" width="205" height="214" /><p class="wp-caption-text">Heri Sutanto, Ketua RT 36, yang muda yang memikirkan kemajuan warganya</p></div>
<p class="MsoNormal">Pada awal pemasangan pengurus RT sudah mengatakan, internet bisa berdampak buruk. Untuk mengamankannya dilakukan upaya  memblog situs negative serta penempatan computer di ruang tengah supaya akses control seluruh anggota keluarga ada. Tapi Mas RT, ayah satu putra yang masih kecil ini optimistis. Ke depan, internet dapat membawa manfaat dari segi ekonomi, terlebih RT 36 banyak warga yang berwirausaha. Untuk melakukan sosialisasi dan menyiapkan segala pernak-pernik jaringannya, Heri banyak dibantu Koko, seorang desainer grafis lepas.</p>
<p class="MsoNormal">Dan Internet juga penting dihadirkan ke anak-anak terutama untuk membantu mengembangkan mata pelajaran dan mendukung tugas-tugas sekolah mereka. Tentunya dengan pengawasan yang ketat dari orangtua.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 277px"><img style="margin: 3px" src="http://img441.imageshack.us/img441/4416/editfotofallah.jpg" alt="" width="267" height="213" /><p class="wp-caption-text">Fallah mahir berselancar di media maya, mendisain blog dengan coreldraw</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left">Harapan pengurus RT memang terwujud. Berkat akses internet, usaha jual-beli dan servis alat pancing yang digeluti suami istri Tatang &#8211; Ira berjalan lebih lancar. Seperti disebutkan Ira Tatang. Sebelum ada internet, usahanya agak sepi.  tetapi setelah internet masuk RT 36, usahanya maju cukup pesat. Di bawah bendera bisnisnya &#8211; &#8220;Omah Pancing&#8221; &#8211; Tatang buka blog dan terus menebarkan jaringan pertemanan via FB.  Banyak teman facebook yang kemudian datang, setelah melihat blog Omah Pancing.  Sebagian besar datang dari luar kota Jogja</p>
<p class="MsoNormal">Belum lama ini ada orang dari Jakarta khusus datang ke rumah pancing, titip barang untuk dijualkan. Semula mau dikirim via paket. Tapi orang itu masih belum percaya pada Omah Pancing. Tapi setelah ketemu Tatang langsung percaya. Hanya dalam sehari, barang yang dititipkan sudah laku terjual.</p>
<p class="MsoNormal">Bagi anak-anak, intenet juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pelajaran mereka. Seperti Fallahrizqichandra. Murid kelas 3 SD Keputran itu sudah fasih membuat blog, coreldraw, disain dan sebagainya. Hampir setiap sore hari, ada saja anak-anak RT 36 Taman yang minta diajari Falla di Pos Ronda RT.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img src="http://img408.imageshack.us/img408/9017/editfoto1.jpg" alt="" width="225" height="179" /><p class="wp-caption-text">Ira Tatang sedang melayani pelanggan. Kini, Ira juga trampil membuat kue dengan resep download internet</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><img src="http://img812.imageshack.us/img812/7725/editfoto4.jpg" alt="" width="230" height="184" /><p class="wp-caption-text">Di rumah sangat sederhanapun internet sudah masuk. Seorang warga RT 36 sedang berselancar menawarkan konveksi dagangannya</p></div>
<p class="MsoNormal">Tudingan bahwa internet itu merusak tatanan bermasyarakat tampaknya tak terjadi di RT 36 kampung Taman ini. Justru warganya makin terlihat guyub. Ibu-ibu ketika kumpul-kumpul saling memberi informasi tentang resep makanan yang mereka download. Terobosan ke masa depan, hanya dirintis segelintir warga Kampung Cyber RT 36 Taman. Kini tampaknya, Pemerintah Kota Yogyakarta tak perlu ragu lagi untuk mengucurkan bantuan bagi warganya yang memang berpotensi untuk mengolah internet dalam mendongkrak potensi lokal dan menjualnya keluar.</p>
<p class="MsoNormal">Bagi anda yang ingin mengikuti denyut nafas kehidupan warga kampung cyber  dari menit ke menit, silakan berselancar ke situs Kampoeng Cyber RT 36 Taman Jogja.***<em><strong> (arm/wn)</strong></em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/kampung-cyber-itu-baru-ada-di-rt-36/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEPARAKAN, KELURAHAN TERBAIK KOTA YOGYA</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/keparakan-kelurahan-terbaik-kota-yogya/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/keparakan-kelurahan-terbaik-kota-yogya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 18:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBANGUNAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=1825</guid>
		<description><![CDATA[Kelurahan Keparakan Kecamatan Mergangsan kembali meraih predikat sebagai Kelurahan Terbaik 2010, setelah tahun 2009 menyabet predikat yang sama. Kelurahan Keparakan meraih nilai tertinggi untuk kategori kelurahan dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Meski padat, tetapi warga masyarakatnya mampu menata lingkungannya, bahkan empat kampung yang ada di kawasan Keparakan memiliki keunikan masing-masing. Di Kampung Pujokusuman misalnya, dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"> </span></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 325px"><img style="margin: 3px 5px" src="http://img27.imageshack.us/img27/6212/editlurah1.jpg" alt="" width="315" height="252" /><p class="wp-caption-text">Rajwan Taufiq SIP, Lurah Keparakan menunjukkan Piagam Deklarasi para RW se Kelurahan Keparakan perihal kesepakatan tidak merokok dalam pertemuan resmi maupun di dalam rumah</p></div>
<p>Kelurahan Keparakan Kecamatan Mergangsan kembali meraih predikat sebagai Kelurahan Terbaik 2010, setelah tahun 2009 menyabet predikat yang sama. Kelurahan Keparakan meraih nilai tertinggi untuk kategori kelurahan dengan kepadatan penduduk yang tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN">Meski padat, tetapi warga masyarakatnya mampu menata lingkungannya, bahkan empat kampung yang ada di kawasan Keparakan memiliki keunikan masing-masing. Di Kampung Pujokusuman misalnya, dikenal sebagai kampung yang warganya dengan gigih mengolah kesenian rakyat. Bahkan bapak-ibu yang sudah berusia lanjut dan banyak yang sudah menjadi <em>eyang putri-eyang kakung </em>itu, menggiatkan kesenian kentongan Sukoreno.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN">Sedangkan kampung Dipowinatan oleh masyarakatnya dikembangkan sebagai kampung wisata. Bahkan salah satu pelopornya, Marsito Merto, insinyur lulusan Cekoslovakia, telah berhasil mendatangkan turis dari Ceko untuk menginap di homestay Dipowinatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"> </span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 199px"><img style="margin: 3px" src="http://img710.imageshack.us/img710/4715/editlurah6.jpg" alt="" width="189" height="150" /><p class="wp-caption-text">Orkes kentongan Sukoreno, sebagian besar anggotanya sudah manula</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 194px"><img style="margin: 3px" src="http://img199.imageshack.us/img199/8608/editlurah5.jpg" alt="" width="184" height="148" /><p class="wp-caption-text">Ir Marsito Merto, Koordinator Utama Kampung Wisata Dipowinatan</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center"><span lang="IN"> </span><span lang="IN">Dua kampung lainnya, yakni Keparakan Kidul sejak puluhan tahun lalu sudah menjadi sentra kerajinan kulit, tas dan aksesoris. Lingkungannya rapi, padahal lokasinya di pinggir kali code. Sementara, Keparakan Lor dikenal sebagai sentra kuliner.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN">Lurah Keparakan, Rajwan Taufik, SIP menyebutkan, selain memiliki keunikan masing-masing, di setiap RW yang ada di 4 kampung tersebut masyarakatnya aktif dalam berbagai kegiatan, sehingga banyak prestasi telah diraihnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN">Bahkan yang menarik, kantor kelurahan Keparakan sampai saat ini satu-satunya kantor pemerintah yang bebas asap rokok. Namun bagi yang ingin merokok, ada tempat khusus yang disediakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"><img class="alignleft" style="margin: 3px" src="http://img535.imageshack.us/img535/2752/editlurah3.jpg" alt="" width="175" height="139" /><img class="alignright" style="margin: 3px" src="http://img263.imageshack.us/img263/5214/editlurah4.jpg" alt="" width="184" height="147" /><strong>Gambar kiri:</strong> <em>Gardu di samping kantor kelurahan Keparakan disediakan bagi para perokok yang ingin menikmati rokok sambil santai.</em> <strong>Gambar kanan:</strong> <em>sejumlah pekerja sedang memproduksi pakaian jadi untuk dipasarkan di kawasan nostalgia  Malioboro, pasar kuno Beringharjo maupun dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.</em></span></p>
<h3 style="text-align: center"><strong><span lang="IN">PRESTASI KELURAHAN KEPARAKAN</span></strong></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"><strong>TAHUN 2009</strong>. (1) Lurah Teladan Provinsi DIY. (2) Juara I Perlombaan Kelurahan Tingkat Provinsi DIY. (3) Juara I Perlombaan Kelurahan Tingkat Kota Yogyakarta Kategori Kepadatan Tinggi. (4) Juara Harapan I Lomba Kampung/Desa Wisata Tingkat Provinsi DIY. (5) Kampung Wisata Dipowinatan sebagai <strong>Kampung Terunik </strong>Peserta Lomba Kampung/Desa Wisata se-Provinsi DIY. (6) Juara Harapan I Evaluasi Administrasi PKK Tingkat Kota Yogyakarta. (7) Juara II Lomba Pekat/Siskamling Tingkat Kecamatan Mergangsan. (8) Juara II Lomba Siskamling Tingkat Poltabes Yogyakarta. (9) Penghargaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta atas prestasi Kantor Kelurahan sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok. (10) Mewakili Kota Yogyakarta dalam &#8220;RASKIN AWARD&#8221; Tingkat Nasional. (11) Juara II Tingkat Provinsi DIY dalam Lomba Kudapan Non Beras dalam rangka Hari Pangan se-Dunia. (12) Juara II Tingkat Kota Yogyakarta dalam rangka Festival Makanan Tradisional non beras, dan (13) Penghargaan KWT Alamanda Kelurahan Keparakan sebagai KWT Kelas Lanjut.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"><strong>TAHUN 2008</strong>. (1) Juara Terbaik I: Evaluasi PHBS di Rumah Tangga Tingkat Provinsi DIY. (2) Juara I Evaluasi Administrasi PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat Kota Yogyakarta. (3) Juara II Pelaksana Administrasi Buku Pintar Posyandu kepada Posyandu Keji Beling 3 Kelurahan Keparakan, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat Kota Yogyakarta. (4) Juara Umum III Lomba Gerakan Kebersihan Sungai &#8220;PROKASIH&#8221; Kota Yogyakarta diwakili RW 8 Kelurahan Keparakan. (5) Juara Terbaik III Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Tingkat Provinsi DIY. (6) Juara III Lomba Penataan Stan Pameran Gelar Tanaman Hias &#8220;Gapoktanku Hijau Mergangsanku Jaya&#8221;. (7) Juara Terbaik IV: Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat Provinsi DIY. (8) Penghargaan kepada Paguyuban Lansia Kelurahan Keparakan atas Partisipasi Aktif dalam kegiatan Lansia di Kota Yogyakarta. (9) Juata I Tingkat Kota Yogyakarta dalam rangka Kontes Tanaman Hias kategori Anggrek.</span></p>
<h3 style="text-align: center"><strong><span lang="IN">KEGIATAN PROGRAM UNGGULAN/INOVASI KELURAHAN KEPARAKAN</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify"><span lang="IN">(1) Pemberdayaan Kampung di Kelurahan Keparakan. <strong>Kampung Dipowinatan:</strong> Kampung Wisata. <strong>Kampung Pujokusuman</strong>: Kampung Seni dan Budaya. <strong>Kampung Keparakan Lor</strong>: Kampung Kuliner. K<strong>ampung Keparakan Kidul</strong>: Kampung Industri Kecil. (2) Kantor Kelurahan sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok. (3) Jumat Bersih (pemantauan jentik secara massal) dan membudayakan Self Survailens. (4) Pemantauan Ibu Hamil Risti selama 24 jam. (5) Membentuk Paguyuban Pengolahan Sampah &#8220;RESA&#8221; Resik Sehat. (6) Pengembangan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan sirih merah dan olahan dari ubi. (7) Pemberdayaan Paguyuban Lansia &#8220;SEKAR ARUM&#8221;. (8) &#8220;METRI DIPOWINATAN&#8221; Pasar Rakyat di Kampung Dipowinatan setiap tanggal 18 Agustus. (9) Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan program &#8220;LICA-LICA&#8221; (Lima Menit Membaca). (10) Kampung Informatika di RW 12 Keparakan Kidul. (11) Pelayanan di kelurahan mengedepankan Pelayanan Prima, Transparansi dan Akuntabilitas. (12) Melakukan Jemput Bola pelayanan KIA (Kartu Identitas Anak) di lingkup TK dan RW. (13) Meningkatkan jejaring (CSR) dengan lembaga/instansi, pengusaha, bank dan sebagainya.*** <strong><em>(arm/wn)</em></strong><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN"><br />
</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/keparakan-kelurahan-terbaik-kota-yogya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

