<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apa Kabar Jogja &#187; PENDIDIKAN</title>
	<atom:link href="http://www.apakabarjogja.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apakabarjogja.com</link>
	<description>city of culture and excellence in information technology trend</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 10:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>STMIK AMIKOM GELAR ENTREPRENEUR DAYS</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/stmik-amikom-gelar-entrepreneur-days/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/stmik-amikom-gelar-entrepreneur-days/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 07:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apakabarjogja.com/?p=2441</guid>
		<description><![CDATA[STMIK AMIKOM Yogyakarta yang berlokasi di jalan ringroad utara Condongcatur Sleman kembali menggelar ajang Entrepreneur Days. Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA dengan didampingi Ketua STMIK AMIKOM Prof. Dr. M. Suyanto MM  meninjau pameran yang diikuti sekitar 20 mahasiswa dan alumni STMIK AMIKOM. Mereka ada yang berwirausaha makanan kecil, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">STMIK AMIKOM Yogyakarta yang berlokasi di jalan ringroad utara <img class="alignright" src="https://lh3.googleusercontent.com/_buhyK7bVuGg/TZ1ImrFTtfI/AAAAAAAAABM/aWXnxPxP0xQ/s512/GELAR_ENTERPREUNER.jpg" alt="" width="288" height="230" />Condongcatur Sleman kembali menggelar ajang Entrepreneur Days. Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA dengan didampingi Ketua STMIK AMIKOM Prof. Dr. M. Suyanto MM  meninjau pameran yang diikuti sekitar 20 mahasiswa dan alumni STMIK AMIKOM. Mereka ada yang berwirausaha makanan kecil, kaos sablon serta pernak-pernik aksesoris.</p>
<p style="text-align: justify;">STMIK AMIKOM Yogyakarta dikenal sebagai perguruan tinggi dengan target 20% lulusannya diarahkan menjadi entrepreneur.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/stmik-amikom-gelar-entrepreneur-days/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desainer dan Pemda Perlu Berkolaborasi</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/desainer-dan-pemda-perlu-berkolaborasi/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/desainer-dan-pemda-perlu-berkolaborasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 18:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PROFESI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=2142</guid>
		<description><![CDATA[Judul Tugas Akhir:“Perancangan Komunikasi Visual Produk Dji Sam Soe” (Untuk syarat kelulusan sebagai Mahasiswa Program D-3 Modern School of Design &#8211; MSD &#8211; Yogyakarta) Rokok merupakan produk yang sangat fenomenal penuh dengan kontroversi. Apalagi saat ini persaingan antar perusahaan rokok sangat ketat. Baik antar perusahaan rokok dalam negeri maupun persaingan dengan rokok produk import. Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center"><span style="color: #800000"><span lang="SV">Judul Tugas Akhir:<strong>“Perancangan Komunikasi Visual Produk Dji Sam Soe” </strong> (Untuk syarat kelulusan sebagai Mahasiswa Program D-3 </span><span>Modern</span></span><span><span style="color: #800000"> School of Design &#8211; MSD &#8211; Yogyakarta)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img src="http://img338.imageshack.us/img338/7103/maseko1.jpg" alt="" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">Eko Sulistyo Nugroho - Lulusan Program D3 MSD Yogyakarta</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: center">
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV">Rokok merupakan produk yang sangat fenomenal penuh dengan kontroversi.<span> </span>Apalagi saat ini persaingan antar perusahaan rokok sangat ketat. Baik antar perusahaan rokok dalam negeri maupun persaingan dengan rokok produk import. Indonesia adalah pengkonsumsi rokok nomor 6 terbesar di dunia. Akibatnya, penataan iklan-iklan luar ruang menjadi tidak teratur dan terlihat sangat semrawut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV">Saran saya, perlu terus dijalin kerjasama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan para pendisain iklan yang diwadahi dalam Biro-Biro Iklan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="FI">Kalau ada kolaborasi dan perpaduan antara keduanya, penataan tata ruang secara artistik akan terwujud. Sekarang apa yang terjadi di Yogyakarta yang notabene kota pariwisata. Billboard tidak beraturan, neonboks tidak beraturan. Apalagi yang kecil-kecil seperti poster semrawutnya luar biasa. Ini karena ketidaktegasan Pemda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="FI">Tentang karya saya yang memasukkan unsur batik di dalamnya, karena Yogyakarta merupakan kota kelahiran batik yang berasal dari dalam tembok kraton. Batik dan rokok adalah warisan turun temurun. Karenanya, perancangan komunikasi visual saya memasukkan unsur batik</span><span lang="FI">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="FI">Merokok itu laksana hubungan seks bebas. Sudah tahu rokok itu dilarang. Bahkan di setiap bungkusnya dituliskan :”Merokok itu dapat menyebabkan&#8230;..” tapi kenapa orang tetap nekad mengkonsumsi rokok. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV"><img class="alignleft" style="margin: 3px 5px" src="http://img689.imageshack.us/img689/966/maseko4.jpg" alt="" width="250" height="187" />Sudah tentu free sex itu merugikan dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya. Tapi kenapa, orang tetap melakukan hubungan seks bebas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV">Baik merokok maupun seks bebas tetap dilakukan karena keduanya langsung berhubungan dengan perasaan. Tujuannya adalah untuk mencari kepuasan dan kenikmatan. Nah, kalau orang sudah ke sana tujuannya (kenikmatan dan kepuasan) apapun akan dilakukan walaupun risikonya besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV">Di Yogyakarta sendiri banyak media luar ruang yang mempromosikan produk rokok. Ketika orang melihat neon boks berbagai produk di pinggir-pinggir jalan, orang tidak begitu mempedulikan apa itu neon boks. Begitu sudah divisualisasikan oleh seorang desainer, barulah tahu:”O, seperti ini tho, neon boks itu.” Juga yang lainnya, seperti billboard,<span> </span>baliho dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV">Karena itulah saya berpendapat, lapangan kerja desainer masih tetap terbuka lebar. Tidak hanya Biro-Biro Iklan yang membutuhkannya, perusahaan-perusahaan lain juga memerlukan jasa desainer. Karya pendesain akan menaikkan pencitraan perusahaan. <strong><em>(arm)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV"><strong>Catatan:</strong> Tulisan di atas adalah hasil wawancara apakabarjogja.com dengan  Eko Sulistyo, terkait dengan Karya Tugas Akhir yang dipilihnya dengan judul: </span><span style="color: #800000"><span lang="SV"><strong>“Perancangan Komunikasi Visual Produk Dji Sam Soe” </strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.45pt;text-align: justify"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img src="http://img535.imageshack.us/img535/13/maseko6.jpg" alt="" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">Jl. Taman Siswa No. 164 Yogyakarta INDONESIA 55151  												telp: +62-274-414277, 418615 												fax: +62-274-378394</p></div>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/desainer-dan-pemda-perlu-berkolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TERKIKISNYA KEKAYAAN ADILUHUNG MINANGKABAU</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/terkikisnya-kekayaan-adiluhung-minangkabau/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/terkikisnya-kekayaan-adiluhung-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 09:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=2129</guid>
		<description><![CDATA[Minangkabau terkenal sebagai daerah yang memiliki norma dan adat-istiadat yang kuat. Itu dapat diamati dari bangunan rumah gadang, rumah adat dan rumah-rumah bersejarah lain yang merupakan kekayaan budaya bangsa bernilai adiluhung. Namun di mata Hamzah, lelaki Minang kelahiran Mengganti Sumatera Barat, kekayaan adiluhung ini tidak lagi terawat. Bahkan banyak di antaranya sudah mengalami kerusakan, lapuk, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 281px"><img src="http://img101.imageshack.us/img101/144/edithamzah12.jpg" alt="" width="271" height="368" /><p class="wp-caption-text">Hamzah-Staf Pengajar STSI Padang Panjang dengan latar belakang salah satu karyanya yang dipamerkan</p></div>
<p>Minangkabau terkenal sebagai daerah yang memiliki norma dan adat-istiadat yang kuat.  Itu dapat diamati dari bangunan rumah gadang, rumah adat dan rumah-rumah bersejarah lain yang merupakan kekayaan budaya bangsa bernilai adiluhung.</p>
<p>Namun di mata Hamzah, lelaki Minang kelahiran Mengganti Sumatera Barat, kekayaan adiluhung ini tidak lagi terawat. Bahkan banyak di antaranya sudah mengalami kerusakan, lapuk, roboh dan runtuh.</p>
<p>Keadaan memprihatinkan inilah yang diangkat dosen STSI Padang Panjang ini , sebagai tema sentral lukisannya. Hamzah menggelar pameran tugas akhir sebagai mahasiswa S-2 Pasca Sarjana ISI Yogyakarta bersama 5 perupa lain, yang kebetulan juga staf pengajar senirupa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.</p>
<p>Hamzah melihat permasalahan serius di ranah Minang, dimana berbagai artefak adat dan budaya yang bernilai tinggi sebagai heritage daerah setempat, hancur akibat ditinggalkan pemilik aslinya. Sementara, anak turunnya tidak tertarik untuk melestarikannya.</p>
<p>Kerisauan-kerisauan Hamzah inilah yang dipresentasikannya melalui ungkapan-ungkapan dalam tema lukisan yang digelar di P4TK Kledon Sleman selama  3 hari sejak 26 Juli 2010.  Pameran tersebut bersamaan dengan ujian S-2 Pasca Sarjana ISI Yogyakarta.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://img534.imageshack.us/img534/1600/edithamzah5.jpg" alt="" width="258" height="202" /></p>
<p style="text-align: right"><img class="alignright" src="http://img832.imageshack.us/img832/1599/edithamzah6.jpg" alt="" width="255" height="204" /></p>
<p>Rumah yang roboh dan rusak itu masih teronggok di tempat semula. Sementara, pemiliknya tidak memperbaikinya, tapi justru membuat rumah baru di dekatnya dengan bentuk yang modern. Itu yang membuat Hamzah miris.</p>
<p>Hamzah mengangkat tema pameran tugas akhirnya dengan tajuk”Cancang dalam Seni Lukis”. Kayu untuk membuat patung, daging untuk bahan makan dan batu yang akan diukir, harus mengalami proses dicancang atau dicacah dulu.</p>
<p>Keadaan rumah adat yang rusak, roboh, hancur dan runtuh itulah yang dilukiskan oleh Hamzah dalam karyanya. Hamzah menekankan, bukan hanya ujud rumah saja yang roboh, tapi sesungguhnya nilai-nilai yang adiluhung itu sendiri yang sudah mulai runtuh.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 275px"><img src="http://img571.imageshack.us/img571/7219/edithamzah10.jpg" alt="" width="265" height="211" /><p class="wp-caption-text">Hamzah sengaja mengundang warga Minang lintas usia yang tinggal di Jogja untuk menyaksikan pameran yang digelarnya</p></div>
<p>Terjadinya benturan antara nilai-nilai yang dipertahankan oleh ninik mamak dengan generasi muda yang mengagungkan nilai modernisasi sangat merisaukan Hamzah yang sebenarnya masuk generasi muda karena usianya baru akan masuk ke 40 tahun.</p>
<p>Hamzah berharap pemerintah daerah bersama tokoh-tokoh adat serta masyarakat Minang lintas generasi agar bersama-sama menjaga rumah-rumah adat yang masih ada serta membangun kembali yang sudah roboh. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memberikan pemahaman bagi generasi muda bahwa rumah gadang dan rumah adat lainnya itu tak ada duanya di belahan dunia ini. Sehingga tidak ada kata lain kecuali mempertahankan dan melestarikannya<strong><em>. (WN/ARM)</em></strong></p>
<p>Kontak Person Hamzah: <strong>0818461849<em><br />
</em></strong></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/terkikisnya-kekayaan-adiluhung-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

