<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apa Kabar Jogja &#187; UMKM</title>
	<atom:link href="http://www.apakabarjogja.com/category/umkm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apakabarjogja.com</link>
	<description>city of culture and excellence in information technology trend</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 10:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>KADI Siap Bantu Produsen yang Dicurangi</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/kadi-siap-bantu-produsen-yang-dicurangi/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/kadi-siap-bantu-produsen-yang-dicurangi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 10:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[UMKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=2120</guid>
		<description><![CDATA[Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai produsen handicraft. Bahkan buyer mancanegara sudah mengakuinya. Bila suatu saat nanti produsen mencurigai adanya impor barang dumping yang menyebabkan kerugian terhadap produsen, ada satu lembaga yang siap untuk menyelidikinya. Institusi resmi pemerintah itu adalah KADI (Komite Anti Dumping Indonesia). Supaya lebih dekat dengan pengusaha, KADI telah menyelenggarakan penyuluhan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 318px"><img src="http://img824.imageshack.us/img824/6655/editfotokadi5.jpg" alt="" width="308" height="197" /><p class="wp-caption-text">Dua Investigator KADI, Penta Riris Nasution (kiri) dan Triyana Huda memberikan paparannya tentang ketentuan Anti Dumping, dengan moderator Yunastuti Daud (tengah)</p></div>
<p>Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai produsen handicraft. Bahkan buyer mancanegara sudah mengakuinya. Bila suatu saat nanti produsen mencurigai adanya impor barang dumping yang menyebabkan kerugian terhadap produsen, ada satu lembaga yang siap untuk menyelidikinya. Institusi resmi pemerintah itu adalah KADI (Komite Anti Dumping Indonesia).</p>
<p>Supaya lebih dekat dengan pengusaha, KADI telah menyelenggarakan penyuluhan di Yogyakarta, bekerjasama dengan KADIN Provinsi DIY. Penyuluhan yang diselenggarakan di Hotel Grand Quality itu diikuti sekitar 50 orang utusan asosiasi bisnis, Dinas Perindagkop serta perguruan tinggi. Djoko Wiyono, Wakil Ketua KADI tampak hadir dan memberikan pengantar penyuluhan. Sedangkan Wakil Ketua KADIN DIY, Gonang Yuliastono membuka penyuluhan yang berlangsung sehari itu.</p>
<p>Dalam acara yang dipandu Yunastuti Daud, SE, Komite Tetap Hubungan Luar Negeri Kadin DIY, dua narasumber KADI memaparkan berbagai hal tentang penanggulangan persaingan tidak adil barang impor melalui instrument anti dumping.</p>
<p>Triana Huda, investigator KADI memaparkan tentang organisasi KADI serta tahap-tahap penyelidikan bila produsen Indonesia merasa dirugikan atas masuknya barang sejenis yang harganya jauh lebih murah.</p>
<p>Sementara itu, Penta Riris Nasution, Sekretaris dan Investigator KADI menjelaskan sekitar prosedur pengajuan permohonan pengenaan bea masuk anti dumping.</p>
<p>Kepada wartawan di sela-sela acara penyuluhan, Wakil Ketua KADI, Djoko Wiyono menjelaskan bahwa besaran bea masuk barang yang didumping itu dihitung dari perbedaan selisih antara harga normal yang dijual di dalam negeri dengan harga jual yang diekspor ke negara lain.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 334px"><img src="http://img696.imageshack.us/img696/5571/editfotokadi4.jpg" alt="" width="324" height="224" /><p class="wp-caption-text">Wakil Ketua Kadin DIY, Gonang Yuliastono (dua dari kiri) dan Pengurus Pusat Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Jadin C. Djamaludin (dua dari kanan) mengikuti penyuluhan sampai selesai.</p></div>
<p style="text-align: center">
<p>Pengenaan bea masuk anti dumping itu bukanlah tindakan penghukuman, melainkan untuk memulihkan kerugian industri di dalam negeri yang dirugikan. Dengan melalui penyuluhan ini, Djoko Wiyono berharap para produsen memanfaatkan instrumen ini, bila mencurigai ada produk sejenis dari luar negeri yang dijual dengan harga tidak wajar.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pengurus Asosiasi Pertesktilan Indonesia, Jadin C Djamaludin berharap, KADI lebih banyak pro aktif, karena yang terkena dampak lonjakan import itu  pada umumnya usaha kecil menengah. Mereka butuh perlindungan.</p>
<p>Jadin menengarai, pemerintah asal produsen yang mendumping harga itu bermain sistemik. Karenanya, KADI sebagai instrument pemerintah perlu juga berperan sebagai pemain, yang secara sistemik melindungi produsen dalam negeri. Pro aktif dan bergerak tanpa menunggu laporan produsen.</p>
<p>Sejak berdiri di tahun 1996 hingga sekarang, KADI telah melakukan penyelidikan anti dumping sebanyak 38 kasus. Hasilnya, 16 komoditi telah dikenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD), diantaranya plat baja, kertas cetak, dan obat-obatan dengan besaran bea masuk antara 0% hingga 135%.</p>
<p>Sedangkan 15 komoditi ditutup penyelidikannya karena berbagai alasan, diantaranya tidak ada hubungan sebab akibat antara dumping dengan rusaknya harga pasar. Lima komoditi telah direkomendasikan untuk dikenakan BMAD dan 2 komoditi masih dalam proses penyelidikan. <strong><em>(ARM/YP)</em></strong></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/kadi-siap-bantu-produsen-yang-dicurangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANGKAL SEJAHTERA JAGA KUALITAS PRODUK KASCINGNYA</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/pangkal-sejahtera-jaga-kualitas-produk-kascingnya/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/pangkal-sejahtera-jaga-kualitas-produk-kascingnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 12:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[UMKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=2090</guid>
		<description><![CDATA[Orang Jawa lebih mengenal kata letong ketimbang kotoran sapi.  Di tempat asalnya, yakni di kandang-kandang sapi, baunya memang masih cukup menusuk hidung, dan ujudnyapun tidak sedap dipandang. Namun, di tangan orang-orang pecinta keselamatan tanah, letong adalah tempat yang sangat subur bagi cacing. Sebagai rumah dan sekaligus makanan bagi binatang melata, berlendir, liat, tanpa telinga dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><img src="http://img697.imageshack.us/img697/8404/editfotokascing1.jpg" alt="" width="225" height="180" /><p class="wp-caption-text">Indra Gunawan sedang mengolah letong yang sudah dilahap cacing</p></div>
<p>Orang Jawa lebih mengenal kata letong ketimbang kotoran sapi.  Di tempat asalnya, yakni di kandang-kandang sapi, baunya memang masih cukup menusuk hidung, dan ujudnyapun tidak sedap dipandang. Namun, di tangan orang-orang pecinta keselamatan tanah, letong adalah tempat yang sangat subur bagi cacing.</p>
<p>Sebagai rumah dan sekaligus makanan bagi binatang melata, berlendir, liat, tanpa telinga dan mata serta tak bertulang itu, letong kini mulai diburu orang. Salah satu pemburunya adalah Indra Gunawan, pengelola pembuatan pupuk organik Pangkal Sejahtera, yang bermarkas di dusun Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, sekitar 20 kilometer  utara kota Yogyakarta.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 275px"><img src="http://img43.imageshack.us/img43/2024/editfotokascing5.jpg" alt="" width="265" height="242" /><p class="wp-caption-text">Pengayakan dilakukan setelah seluruh letong lembut jadi kascing</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 198px"><img src="http://img294.imageshack.us/img294/8561/editfotokascing3.jpg" alt="" width="188" height="150" /><p class="wp-caption-text">Cacing merah ini sedang kuat-kuatnya melahap letong</p></div>
<p>Indra Gunawan, lulusan Stiper Yogyakarta itu, mewarisi rintisan seorang pastor Yesuit, Fransiskus Xaverius Tan Soe Ie, yang sekitar setahun lalu telah dipanggil Tuhan.</p>
<p>Kini, Indra tetap setia bersama 7 karyawan Pangkal Sejahtera memproduksi pupuk organik kascing. Mudah diingat, kascing singkatan dari bekas cacing.</p>
<p>Kascing berasal dari kotoran  sapi yang diurai oleh cacing. Cacing akan memakan habis seluruh kotoran yang tersedia. Lumbricus rubellus mampu meningkatkan kadar unsur hara pada kotoran sapi jauh melebihi hasil penguraian dengan bakteri. Indra menyebutkan,  hasil uji lab menunjukkan kadar N sebesar 1,79 % , jauh lebih tinggi dibandingkan kompos yang hanya 0,09 %. Dengan kandungan yang terdapat dalam kascing, Indra sangat percaya diri untuk mengembangkan pemasaran pupuk ini.</p>
<p>Kascing juga mempunyai kelebihan lain yaitu kandungan hormon dan antibiotik. Kedua kandungan ini berasal dari tubuh cacing. Hormon dalam kascing sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Sebagai contoh, Indra menunjukkan tanaman pisang yang ditanam di sekitar markas pangkal sejahtera,  tingginya hampir 2 m. Pisang ini belum berumur 3 bulan tetapi ukurannya sudah besar.</p>
<p>Indra menambahkan, Proses sejak dari mendatangkan letong sampai dengan pengepakan kascing, lamanya 14 hari.  Selama kurun waktu tersebut, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Seperti memasukkan hamparan letong dan dibentuk dalam petak  di gudang-gudang  produksi berbentuk rumah dari bambu. Hamparan limbah tersebut kemudian ditebari cacing.</p>
<p>Dalam beberapa hari, cacing akan melahap letong tersebut, ditandai dengan perubahan bentuk dari bongkahan letong menjadi lembut. Bila sudah lembut seperti ini, itu artinya sudah menjadi produk kascing. Proses berikutnya adalah penyaringan sebelum dimasukkan dalam karung ukuran 20 kg dan 3 kg. Untuk karung yang 20 kg, harga jualnya Rp 15 ribu, dan yang 3 kg dijual Rp 3 ribu per karungnya.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 251px"><img src="http://img827.imageshack.us/img827/1561/editfotokascing4.jpg" alt="" width="241" height="193" /><p class="wp-caption-text">Letong yang baru turun dari kendaraan terus didistribusikan ke gudang-gudang produksi kascing</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 233px"><img src="http://img828.imageshack.us/img828/7771/editfotokascing2.jpg" alt="" width="223" height="186" /><p class="wp-caption-text">Proses terakhir adalah pengepakan dalam karung isi 20 kg dan 3 kg</p></div>
<p>Persaingan di bisnis apapun memang akan selalu terjadi. Indra Gunawan memiliki resep yang cespleng, yakni menjalin relasi yang familier. Kepercayaan selalu dijaganya. Petani bukan sekedar pembeli, tapi seperti keluarga sendiri. Petani tak perlu ragu. Indra Gunawan siap memberikan pendampingan bagi petani yang menggunakan kascing produksi pangkal sejahtera.</p>
<p>Bila ternyata kualitasnya kurang memuaskan, Indra Gunawan bersedia menggantinya, bahkan harganya ditinjau lagi. Ini artinya, Indra tetap menjaga kualitas kascing produknya agar pelanggan lama maupun baru tidak terkecewakan.</p>
<p>Bila ada yang berminat untuk mengenal lebih jauh aktivitas Pangkal Sejahtera yang memproduksi kascing, silakan menghubungi:</p>
<p><strong>Indra Gunawan: 081 328 161 752</strong></p>
<p><strong><em>(WN / ARM)</em></strong></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/pangkal-sejahtera-jaga-kualitas-produk-kascingnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DORONG UMKM JADI WAJIB PAJAK</title>
		<link>http://www.apakabarjogja.com/dorong-umkm-jadi-wajib-pajak/</link>
		<comments>http://www.apakabarjogja.com/dorong-umkm-jadi-wajib-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 15:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ARM</dc:creator>
				<category><![CDATA[UMKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakabarjogja.com/?p=2016</guid>
		<description><![CDATA[Usaha mikro kecil menengah memang patut diacungi jempol. Setiap kali terjadi geger krisis perekonomian pelaku usaha kecil selalu mampu bertahan. Namun menurut pengamatan Aji Karnanto SE, MM – Ketua Kadin Kota Yogyakarta, masyarakat produktif yang tahan banting ini belum banyak memberikan sumbangan kepada negara sebagai wajib pajak. Ini bukan salah mereka. Instansi terkait maupun organisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 212px"><img style="margin: 3px 5px" src="http://img692.imageshack.us/img692/9796/editfotountukweb1.jpg" alt="" width="202" height="154" /><p class="wp-caption-text">Aji Karnanto, Ketua Kadin Kota Yogyakarta</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 276px"><img style="margin: 3px 5px" src="http://img517.imageshack.us/img517/6506/editfotountukweb2.jpg" alt="" width="266" height="208" /><p class="wp-caption-text">Pekerja di UMKM pembuat miniatur gitar sedang mengerjakan pesanan dari Inggris dan Jepang</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Usaha mikro kecil menengah memang patut diacungi jempol. Setiap kali terjadi geger krisis perekonomian pelaku usaha kecil selalu mampu bertahan. Namun menurut pengamatan Aji Karnanto SE, MM – Ketua Kadin Kota Yogyakarta, masyarakat produktif yang tahan banting ini belum banyak memberikan sumbangan kepada negara sebagai wajib pajak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ini bukan salah mereka. Instansi terkait maupun organisasi pengusaha perlu mendorong mereka untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Mereka perlu diberi pemahaman bahwa berusaha itu memang harus riil berbisnis. Artinya, perlu memiliki badan usaha dan sebagainya.</p>
<p>Jadi harapan Kadin, bagi pengusaha kecil menengah yang sudah mapan dan berbadan hukum hendaknya mulai ikut membangun negara dengan membayar pajak secara tertib. Tidak ada yang memungkiri bahwa sektor riil adalah yang paling kuat menghadang krisis. Tetapi kontribusi untuk negara, mereka masih sulit dijangkau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara pemerintah kota dengan Kadin Kota, Aji Karnanto berharap, kalangan UMKM akan menjadi salah satu perhatian Kadin antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Selain itu, Kadin juga akan berusaha mencari informasi tentang berbagai peluang usaha dan akan diinformasikan kepada UMKM. Untuk kepentingan inovasi produk-produk UMKM, Kadin akan menjajagi kerjasama dengan ISI Yogyakarta. Perbaikan serta kreasi-kreasi baru produk sangat diperlukan oleh pasar, terutama mancanegara. Sebab, pesaing kita antara lain pengrajin China yang sangat inovatif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Aji Karnanto menambahkan, pelatihan tentang pemasaran serta manajemen tampaknya perlu diberikan kepada UMKM. Pengenalan tentang pemasaran UMKM melalui internet juga menjadi program Kadin Kota.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Satu hal lagi yang perlu diberikan kepada UMKM adalah bagaimana memberikan pembekalan tentang daya juang dalam berbisnis. Motivasi untuk mampu bertahan dari serbuan produk mancanegara menjadi penting diberikan kepada pelaku bisnis kecil menengah ini.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.apakabarjogja.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apakabarjogja.com/dorong-umkm-jadi-wajib-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

