Desa wisata ”Joglo Tani” Seyegan, Sleman

Negeri ini dengan bangga secara turun temurun telah menyandang negeri agraris. Pertanian dianggap sebagai urat nadi, tulang punggung, dan soko guru untuk mewujudkan kecukupan dan kelayakan pangan bagi lebih dari dua ratus juta penduduknya. Sebuah prestasi pernah kita raih bersama sebagai negeri yang mampu mencukupi kebutuhan pangan warganya secara mandiri dan penuh kebanggaan.

Kabupaten sleman yang memiliki berbagai daya tarik wisata yang sangat beragam dari wisata alam, wisata budaya, wisata pendidikan maupun minat khusus. Wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten sleman semakin hari semakin beragam. beberapa tahun terakhir ini kunjungan wisatawan mulai melirik ke wisata pedesaan atau desa wisata.

apa yang terjadi kemudian? Negri nan subur apanjang punjung wukir gemah ripah loh jinawi tersebut kemudian tenggelam ditelan krisis. Dan di saat yang sama para petani, tulang punggung pangan negara tersebut, secara pasti dan menyedihkan juga semankin terpinggirkan dan dianggap remeh peranannya. Petani kembali manjadi obyek pembangunan, menjadi tumbal bagi tetap tegaknya negara yang tiada pernah memihak mereka.

TO Suprapto, seorang pelopor pertanian, mempunyai gagasan dan ide cemerlang untuk menyatukan petani dari beberapa kelompok tani di wilayah Kabupaten Sleman untuk bangkit secara mandiri menyongsong tantangan jaman globalisasi.

Adalah joglo tani. joglo tani memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dijadikan Desa Wisata. Setelah berbenah diri lebih dari 10 tahun, joglo tani yang terus diupayakan oleh masyarakat, telah siap menerima kunjungan wisatawan yang ingin memanfaatkan liburannya dengan suasana pedesaan.

Bangunan tersebut secara anggun berdiri di Dusun Mandungan, Desa Margoluwih, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Secara konseptual yang dicita-citakan adalah dimilikinya suatu pusat pelatihan untuk mendidik dan membina secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan yang berasal dari, dikelola, dan untuk kepentingan petani. Dan sebagai prasasti kebangkitan petani tersebut diresmikanlah Joglo Tani, sebuah bangunan khas Jawa yang diharapkan dapat menjadi naungan sekaligus sarana, dan pusat pembelajaran serta sambung rasa atau sarasehan diantara komunitas petani dan setiap pemangku kepentingan dunia pertanian yang terkait.

Joglo tani, menampilkan cara-cara petani bekerja di sawah. Pengunjung diberi kesempatan untuk terjun langsung ke sawah. seperti ngluku (membajak sawah), tanam padi, menyemprot hama, merabuk, mencangkul dan ani-ani (memetik padi). Tak hanya tradisi pertanian, wisatawan bisa  juga memanfaatkan sebuah irigasi yang airnya bersih untuk berendam, maupun mandi. Bagi yang ingin menginap disana, wisatawan dapat menginap di rumah-rumah penduduk.

Banyak wisatawan yang berkunjung kesana untuk menikmati bagaimana cara bercocok tanam, mambajak sawah, menanam padi, membuat berbagai mainan dan wisatawan bisa menaiki gerobak , yang ditarik oleh sapi.

Joglo tani, menjadi salah satu tempat bagi orang-orang untuk merasakan langsung bagaimana rasanya hidup di desa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan joglo tani terus dikenal secara luas sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten sleman.


  • Share/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Desa wisata ”Joglo Tani” Seyegan, Sleman”

  1. I was looking for some thing and found the blog. I just loved it. Keep working on it.

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review