Desainer dan Pemda Perlu Berkolaborasi

Judul Tugas Akhir:“Perancangan Komunikasi Visual Produk Dji Sam Soe” (Untuk syarat kelulusan sebagai Mahasiswa Program D-3 Modern School of Design – MSD – Yogyakarta)

Eko Sulistyo Nugroho - Lulusan Program D3 MSD Yogyakarta

Rokok merupakan produk yang sangat fenomenal penuh dengan kontroversi. Apalagi saat ini persaingan antar perusahaan rokok sangat ketat. Baik antar perusahaan rokok dalam negeri maupun persaingan dengan rokok produk import. Indonesia adalah pengkonsumsi rokok nomor 6 terbesar di dunia. Akibatnya, penataan iklan-iklan luar ruang menjadi tidak teratur dan terlihat sangat semrawut.

Saran saya, perlu terus dijalin kerjasama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan para pendisain iklan yang diwadahi dalam Biro-Biro Iklan.

Kalau ada kolaborasi dan perpaduan antara keduanya, penataan tata ruang secara artistik akan terwujud. Sekarang apa yang terjadi di Yogyakarta yang notabene kota pariwisata. Billboard tidak beraturan, neonboks tidak beraturan. Apalagi yang kecil-kecil seperti poster semrawutnya luar biasa. Ini karena ketidaktegasan Pemda.

Tentang karya saya yang memasukkan unsur batik di dalamnya, karena Yogyakarta merupakan kota kelahiran batik yang berasal dari dalam tembok kraton. Batik dan rokok adalah warisan turun temurun. Karenanya, perancangan komunikasi visual saya memasukkan unsur batik.

Merokok itu laksana hubungan seks bebas. Sudah tahu rokok itu dilarang. Bahkan di setiap bungkusnya dituliskan :”Merokok itu dapat menyebabkan…..” tapi kenapa orang tetap nekad mengkonsumsi rokok.

Sudah tentu free sex itu merugikan dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya. Tapi kenapa, orang tetap melakukan hubungan seks bebas.

Baik merokok maupun seks bebas tetap dilakukan karena keduanya langsung berhubungan dengan perasaan. Tujuannya adalah untuk mencari kepuasan dan kenikmatan. Nah, kalau orang sudah ke sana tujuannya (kenikmatan dan kepuasan) apapun akan dilakukan walaupun risikonya besar.

Di Yogyakarta sendiri banyak media luar ruang yang mempromosikan produk rokok. Ketika orang melihat neon boks berbagai produk di pinggir-pinggir jalan, orang tidak begitu mempedulikan apa itu neon boks. Begitu sudah divisualisasikan oleh seorang desainer, barulah tahu:”O, seperti ini tho, neon boks itu.” Juga yang lainnya, seperti billboard, baliho dan sebagainya.

Karena itulah saya berpendapat, lapangan kerja desainer masih tetap terbuka lebar. Tidak hanya Biro-Biro Iklan yang membutuhkannya, perusahaan-perusahaan lain juga memerlukan jasa desainer. Karya pendesain akan menaikkan pencitraan perusahaan. (arm)

Catatan: Tulisan di atas adalah hasil wawancara apakabarjogja.com dengan  Eko Sulistyo, terkait dengan Karya Tugas Akhir yang dipilihnya dengan judul: “Perancangan Komunikasi Visual Produk Dji Sam Soe”


Jl. Taman Siswa No. 164 Yogyakarta INDONESIA 55151 telp: +62-274-414277, 418615 fax: +62-274-378394


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review