
Aji Karnanto, Ketua Kadin Kota Yogyakarta

Pekerja di UMKM pembuat miniatur gitar sedang mengerjakan pesanan dari Inggris dan Jepang
Usaha mikro kecil menengah memang patut diacungi jempol. Setiap kali terjadi geger krisis perekonomian pelaku usaha kecil selalu mampu bertahan. Namun menurut pengamatan Aji Karnanto SE, MM – Ketua Kadin Kota Yogyakarta, masyarakat produktif yang tahan banting ini belum banyak memberikan sumbangan kepada negara sebagai wajib pajak.
Ini bukan salah mereka. Instansi terkait maupun organisasi pengusaha perlu mendorong mereka untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Mereka perlu diberi pemahaman bahwa berusaha itu memang harus riil berbisnis. Artinya, perlu memiliki badan usaha dan sebagainya.
Jadi harapan Kadin, bagi pengusaha kecil menengah yang sudah mapan dan berbadan hukum hendaknya mulai ikut membangun negara dengan membayar pajak secara tertib. Tidak ada yang memungkiri bahwa sektor riil adalah yang paling kuat menghadang krisis. Tetapi kontribusi untuk negara, mereka masih sulit dijangkau.
Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara pemerintah kota dengan Kadin Kota, Aji Karnanto berharap, kalangan UMKM akan menjadi salah satu perhatian Kadin antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan.
Selain itu, Kadin juga akan berusaha mencari informasi tentang berbagai peluang usaha dan akan diinformasikan kepada UMKM. Untuk kepentingan inovasi produk-produk UMKM, Kadin akan menjajagi kerjasama dengan ISI Yogyakarta. Perbaikan serta kreasi-kreasi baru produk sangat diperlukan oleh pasar, terutama mancanegara. Sebab, pesaing kita antara lain pengrajin China yang sangat inovatif.
Aji Karnanto menambahkan, pelatihan tentang pemasaran serta manajemen tampaknya perlu diberikan kepada UMKM. Pengenalan tentang pemasaran UMKM melalui internet juga menjadi program Kadin Kota.
Satu hal lagi yang perlu diberikan kepada UMKM adalah bagaimana memberikan pembekalan tentang daya juang dalam berbisnis. Motivasi untuk mampu bertahan dari serbuan produk mancanegara menjadi penting diberikan kepada pelaku bisnis kecil menengah ini.










Posted in 












