JURNALISTIK TELEVISI 01

Bekal bagi “Orang Luar TV”

yang berminat mencetak uang

dengan memproduksi

tayangan TV

dan dokumentasi audio visual

yang bernilai Promosi dan

Layak Tayang di Televisi

Catatan: AR Maryadi – Manager News Department MSV

TELEVISI. Bagi banyak orang TV adalah teman, TV menjadi cermin perilaku masyarakat dan TV dapat menjadi candu. TV membujuk kita untuk mengkonsumsi lebih banyak dan lebih banyak lagi. TV memperlihatkan bagaimana kehidupan orang lain dan memberikan ide tentang bagaimana kita ingin menjalani hidup ini. Ringkasnya, TV mampu memasuki relung-relung kehidupan kita lebih dari yang lain.

Nah, bagi anda yang bukan kru pemberitaan TV tapi tertarik untuk bisa memproduksi berita TV dalam berbagai bentuk, peluang terbuka lebar untuk memproduksinya.

Persoalannya sekarang, harus mulai dari mana? Harus bisa mengoperasikan kamerakah? Harus piawai menulis naskah atau ceritakah? Musti jago berbahasa Indonesia secara baik dan benarkah? Pandai melakukan wawancarakah? Atau kah, kah, kah yang lain.

Berbagai pertanyaan ber-“kah” di atas semuanya dibutuhkan. Tetapi sebagai outsider atau orang luar lembaga TV, tampaknya bukan itu semua yang pertama-tama perlu anda kuasai. Lantas? Jawabnya singkat saja: Minat! Keinginan kuat! Ya, minat dan keinginan kuat anda untuk bisa memproduksi tayangan itu yang menjadi modal terbesar.

Dengan keinginan yang kuat, anda akhirnya akan mencari kiat-kiat serta system produksi yang masing-masing orang akan berbeda stylenya.

Anda pasti akan mengejar dengan pertanyaan: Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan? Jawabnya juga singkat: Lakukan yang tidak banyak dilakukan oleh kru pemberitaan TV. Maksudnya? Produk atau karya-karya anda janganlah liputan seremonial. Kiriman anda pasti akan dimasukkan kranjang sampah oleh redaktur pemberitaan TV. Dengan demikian, yang anda produksi adalah suatu kejadian, moment atau aktivitas yang: unik, khas, prestatif, jarang terjadi atau sedang trendy dalam kurun tertentu.

Sampai disini anda jangan risau dulu dengan melempar pertanyaan: Lantas bagaimana saya harus menulis atau membuat narasinya? Jika anda tidak jago merangkai kalimat secara apik, “nasib” anda akan tertolong karena untuk produksi televisi, narasi atau untaian kalimat yang dibaca proporsinya hanya sekitar 20% saja. Porsi terbesar ada pada visual. Makanya, kalau visual atau gambar yang anda rekam terlampau sedikit, anda akan dipusingkan dalam memproduksinya.

PPPIKM-OW GARAPAN ANDA YANG PALING POTENSIAL

Tayangan tentang kriminalitas, dulu-dulunya sangat diminati pemirsa. Tapi lama-lama, hampir seluruh stasiun televisi memberikan porsi secara berlebihan, sehingga membuat tayangan berbau kriminalitas menjadi, maaf kata: memuakkan.

Begitu juga dengan masalah-masalah politik, ekonomi dan bidang-bidang lain disajikan secara berlebihan pula. Kenapa Empat Mata begitu sukses dan membuat pemirsa kecanduan? Tukul mampu memberikan guyonan segar dengan menyelipkan permasalahan yang sedang actual. Yang lebih menarik lagi, tim kreatif 4 Mata mampu menghidupkan panggung secara total lewat celotehan Pepi dan Vega si “tombo ngantuk”. Tambah lagi, kemulusan tubuh bintang-bintang tamu mampu menghipnotis mata pemirsa untuk tetap berada di panggung 4 Mata. Hebat memang Tim Kreatif plus si Tukulnya.

Program kuliner juga menjadi andalan hampir seluruh stasiun teve, baik nasional maupun lokal. Itu artinya, pemirsa mendapatkan alternatif lingkungan baru serta variasi menu untuk ‘membunuh’ kepenatan, keseriusan kerja, dan berbagai suasana yang sehari-hari dijalani dan menguras energi.

Selain itu, hampir seluruh TV nasional juga banyak menayangkan programa KISAH SUKSES PENGUSAHA KECIL MENENGAH.

Dari berbagai hal yang saya sebutkan di atas, sebagai penanggungjawab redaksi APA KABAR JOGJA (AKJ) RBTV, saya juga mengolah potensi riil Jogjakarta melalui tayangan PROJALI (Produk Jogja Asli). Narasumbernya adalah para PPPIKM (Pengrajin, Pedagang, Pengusaha Industri Kecil Menengah).

Liputannya sangat bervariasi. Intinya, apa saja yang dikerjakan oleh PPPIKM itu di Jogja akan menjadi tayangan yang layak tonton.

Dan apa yang saya prediksikan benar adanya. Setiap kali tayangan PPPIKM itu usai, selalu ada pemirsa yang menelpon saya. Ada yang menanyakan dimana lokasi pembuat kripik cakar, dodol salak, jahe instant, otak-otak bandeng dan abon duri bandeng, sale pisang dan banyak usaha kecil lain yang diliput. Untuk sementara, liputan PROJALI masih berkisar  di sekitar bidang usaha makanan dan minuman olahan skala rumah tangga. Dalam waktu dekat, aktivitas bisnis di luar makanan dan minuman juga akan ditayangkan di programa PROJALI.

MEMBERI KESEMPATAN PADA PH MITRA

PT MSV yang bergerak di bidang usaha Multi Media, TV Commercial, Broadcast dan Company Profile memberi kesempatan luas bagi PH (Production House/Rumah Produksi) yang berminat melakukan kemitraan dengan PT MSV.

Bentuk kemitraan diawali dengan penyampaian  informasi kepada PH maupun perorangan tentang visi dan misi MSV, khususnya dalam mengelola RBTV.

Sekedar info, MSV adalah perusahaan yang dibentuk oleh STMIK AMIKOM dan ditugasi untuk patungan dengan RBFm mengelola RBTV.

Kemitraan berikutnya adalah dibukanya kesempatan yang luas bagi PH-PH untuk ikut mengisi Programa BAZAR (Bursa – Muzik – Aneka Informasi).

Programa ini ditayangkan setiap hari Senin – Rabu – Jumat, pukul 13.30 – 14.30 wib. Kenapa muncul programa BAZAR? Ini sebagai jawaban atas imbauan Gubernur DIY agar usahawan kecil menengah di Jogja mendapatkan kesempatan untuk berpromosi secara murah di media cetak maupun elektronik. MSV cepat menangkap imbauan tersebut dan menanggapinya dengan membuat programa BAZAR tersebut.

PH-PH mitra MSV justru diharapkan banyak mempromosikan PPPIKM. Dalam mengisi BAZAR, MSV sejak awal sudah memberikan standardisasi kemasan produk tayangannya, yakni sebisa-bisa dalam style jurnalistik televisi.

Apabila para PH mitra MSV belum memiliki ketrampilan memproduksi style jurnalistik, MSV akan memberikan pelatihan praktis tentang jurnalistik televisi.

PH-PH Mitra MSV diharapkan dapat mengembangkan diri mereka dank e depan tidak hanya bermitra dengan MSV. Salah satu peluang yang dapat diolah PH-PH yang sudah memiliki ketrampilan memproduksi audio visual style jurnalistik adalah dengan memproduksi dokumentasi audio visual dari usahawan kecil menengah, instansi pemerintah, perorangan maupun organisasi kemasyarakatan lain.

Bila ada yang bertanya, dimana letak perbedaan antara jasa bisnis shootingan dengan PH  yang menguasai gaya jurnalistik tv? Jawabnya singkat: Letaknya ada pada hasil akhirnya. Hasil dari shootingan dokumentasi tidak mungkin dapat ditayangkan tv.

Karena apa? Ya itu tadi, karena tidak diolah dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi data, pemilihan angel visual yang bernilai berita, pengolahan naskah yang menggunakan prinsip 5 W+1H dan prinsip-prinsip jurnalistik lainnya. Singkat kata, PH mitra MSV yang nantinya bakal mengisi programa BAZAR justru didorong oleh MSV agar suatu saat bisa mengembangkan bisnis mereka dengan merambah ke TV-TV lokal lain, seperti Jogja TV, TATV dan masih akan muncul lagi TV-TV lokal lain seperti Malioboro TV dan sebagainya.

Untuk mengawali aktivitas anda, baik sebagai perorangan yang berminat di dunia audio visual maupun sebagai PH mitra MSV, anda dapat segera bergerak memproduksi aktivitas PPPIKM yang ada di sekitar anda dulu. Selain itu, anda juga dapat memproduksi tayangan Obyek-obyek wisata yang juga berlokasi di sekitar anda. Tayangan obyek wisata akan selalu menarik untuk dinikmati, asalkan dikemas dalam gaya jurnalistik.

Nah, sekarang, tinggal bagaimana anda menggarapnya. All is smart. Segalanya serba guampaaaaaaaang! Benar! Begitukah….?!?! Yak! Tapi, ……….sssssssssst! Info ini  khusus hanya untuk PH yang menjadi mitra atau calon mitra MSV saja! Karenanya, paparan Jurnalistik Televisi ini tidak saya tulis secara rinci. Bagi siapapun yang membaca paparan ini, anda baru mendapatkan sekitar 5 persen saja untuk bisa ‘mencetak’ uang dengan memproduksi dokumentasi audio visual. Lha, yang 95 persen ada di mana. Ya ada di MSV. Makanya, buruan. Kalau ingin mencetak uang, bergabunglah bersama MSV. Kalau sudah bergabung melalui Pelatihan Jurnalistik 3 in 1, barulah anda akan kami jadikan PH MITRA. Anda akan mendapatkan BIMBINGAN dan PENDAMPINGAN pasca Pelatihan. Anda ingin menjadi GSM (Generasi Siap Mandiri)?

SOLUSINYA…!!!


Tayang Tiap Hari

Pukul : 19.00-19.30 WIB

Program Siaran NewsMercial

Tayang tiap: Senin – Rabu – Jumat

Pukul 13.30 – 14.30

——————————————————————————————————————————————–

Kamera-kamera canggih

dan suasana ketika berlangsung

Praktik di Lab MSV

================================================================================

DOSEN/SENIMAN PATUNG

Ditayangkan: Sabtu, 8 Januari 2005

SINOPSIS TAYANGAN – Durasi 24 menit

“Saya ini  tipe  seorang pemimpi. Salah satu mimpi yang terus menerus berkecamuk di hati saya adalah, bagaimana karya-karya saya dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. Impian saya di bidang pendidikan yang kini mulai saya ujudkan adalah, bagaimana agar di Jogjakarta tercipta iklim industri sinematografi, yang didukung oleh bidang senirupa. Antara senirupa dan sinematografi sangat erat hubungannya, untuk menciptakan karya sinema yang baik.

Drs Kasman KS

“Ketika masih SMP, saya punya cita-cita ,

ingin punya  suami seorang seniman.

Eeeeee, kok dapat Pak Kasman. Sudah jodoh, barangkali ya”

Rusbaniyah – isteri Kasman.


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review