Kampung Cyber itu Baru Ada di RT 36

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pernah mengklaim sebagai “Yogyakarta Cyber Province”. Yakni, model propinsi yang mampu melakukan transformasi layanan yang berorientasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan TI dan komunkasi untuk membangun suatu wilayah propinsi yang berdaya saing, nyaman, mandiri, efisien, dan efektif.

Namun kenyataannya, baru ada satu kelompok masyarakat yang bangkit secara mandiri, membangun jaringan internet untuk warganya. Kelompok masyarakat itu adalah RT 36 Kampung Taman, Patehan Kraton, Kota Yogyakarta. Lokasi kampung itu mepet di situs kraton bekas pemandian Tamansari. Jumlah KK yang ada 27 Kepala Keluarga. Dari sejumlah itu, hanya 2 KK saja yang tidak memasang jaringan internet, karena memang sudah tua.

Heri Sutanto, Ketua RT yang masih berusia 34 tahun, sebenarnya pernah mengajukan ke pemerintah kota untuk membangun jaringan internet. Alasannya, hampir seluruh warga nya berwirausaha dan sebagian berhubungan dengan wisatawan asing. Ini jelas akan ikut ‘menjual’ potensi kota sarat predikat ini. Di RT ini ada warga yang buka usaha ayam goreng, konveksi, batik, sablon dan makanan kecil. Bahkan ada satu warga, yang membuka usaha jual beli dan servis peralatan memancing.

Namun dari pemkot datang jawaban, untuk urusan TI tidak ada pos anggaran yang tersedia. Penolakan dari pemkot ini justru diambil hikmahnya oleh Karyawan bagian TI sebuah PTS ini. Sebelum pemasangan, pengurus RT melakukan sosialisasi, termasuk hitung-hitungan biaya yang bakal dipikul bersama.

Hampir tiap sore anak-anak mengakses internet di Cakruk Ronda didampingi bapak atau ibu pengurus RT

Heri Sutanto, Ketua RT 36, yang muda yang memikirkan kemajuan warganya

Pada awal pemasangan pengurus RT sudah mengatakan, internet bisa berdampak buruk. Untuk mengamankannya dilakukan upaya memblog situs negative serta penempatan computer di ruang tengah supaya akses control seluruh anggota keluarga ada. Tapi Mas RT, ayah satu putra yang masih kecil ini optimistis. Ke depan, internet dapat membawa manfaat dari segi ekonomi, terlebih RT 36 banyak warga yang berwirausaha. Untuk melakukan sosialisasi dan menyiapkan segala pernak-pernik jaringannya, Heri banyak dibantu Koko, seorang desainer grafis lepas.

Dan Internet juga penting dihadirkan ke anak-anak terutama untuk membantu mengembangkan mata pelajaran dan mendukung tugas-tugas sekolah mereka. Tentunya dengan pengawasan yang ketat dari orangtua.

Fallah mahir berselancar di media maya, mendisain blog dengan coreldraw

Harapan pengurus RT memang terwujud. Berkat akses internet, usaha jual-beli dan servis alat pancing yang digeluti suami istri Tatang – Ira berjalan lebih lancar. Seperti disebutkan Ira Tatang. Sebelum ada internet, usahanya agak sepi. tetapi setelah internet masuk RT 36, usahanya maju cukup pesat. Di bawah bendera bisnisnya – “Omah Pancing” – Tatang buka blog dan terus menebarkan jaringan pertemanan via FB. Banyak teman facebook yang kemudian datang, setelah melihat blog Omah Pancing. Sebagian besar datang dari luar kota Jogja

Belum lama ini ada orang dari Jakarta khusus datang ke rumah pancing, titip barang untuk dijualkan. Semula mau dikirim via paket. Tapi orang itu masih belum percaya pada Omah Pancing. Tapi setelah ketemu Tatang langsung percaya. Hanya dalam sehari, barang yang dititipkan sudah laku terjual.

Bagi anak-anak, intenet juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pelajaran mereka. Seperti Fallahrizqichandra. Murid kelas 3 SD Keputran itu sudah fasih membuat blog, coreldraw, disain dan sebagainya. Hampir setiap sore hari, ada saja anak-anak RT 36 Taman yang minta diajari Falla di Pos Ronda RT.

Ira Tatang sedang melayani pelanggan. Kini, Ira juga trampil membuat kue dengan resep download internet

Di rumah sangat sederhanapun internet sudah masuk. Seorang warga RT 36 sedang berselancar menawarkan konveksi dagangannya

Tudingan bahwa internet itu merusak tatanan bermasyarakat tampaknya tak terjadi di RT 36 kampung Taman ini. Justru warganya makin terlihat guyub. Ibu-ibu ketika kumpul-kumpul saling memberi informasi tentang resep makanan yang mereka download. Terobosan ke masa depan, hanya dirintis segelintir warga Kampung Cyber RT 36 Taman. Kini tampaknya, Pemerintah Kota Yogyakarta tak perlu ragu lagi untuk mengucurkan bantuan bagi warganya yang memang berpotensi untuk mengolah internet dalam mendongkrak potensi lokal dan menjualnya keluar.

Bagi anda yang ingin mengikuti denyut nafas kehidupan warga kampung cyber dari menit ke menit, silakan berselancar ke situs Kampoeng Cyber RT 36 Taman Jogja.*** (arm/wn)


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review