
Rajwan Taufiq SIP, Lurah Keparakan menunjukkan Piagam Deklarasi para RW se Kelurahan Keparakan perihal kesepakatan tidak merokok dalam pertemuan resmi maupun di dalam rumah
Kelurahan Keparakan Kecamatan Mergangsan kembali meraih predikat sebagai Kelurahan Terbaik 2010, setelah tahun 2009 menyabet predikat yang sama. Kelurahan Keparakan meraih nilai tertinggi untuk kategori kelurahan dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Meski padat, tetapi warga masyarakatnya mampu menata lingkungannya, bahkan empat kampung yang ada di kawasan Keparakan memiliki keunikan masing-masing. Di Kampung Pujokusuman misalnya, dikenal sebagai kampung yang warganya dengan gigih mengolah kesenian rakyat. Bahkan bapak-ibu yang sudah berusia lanjut dan banyak yang sudah menjadi eyang putri-eyang kakung itu, menggiatkan kesenian kentongan Sukoreno.
Sedangkan kampung Dipowinatan oleh masyarakatnya dikembangkan sebagai kampung wisata. Bahkan salah satu pelopornya, Marsito Merto, insinyur lulusan Cekoslovakia, telah berhasil mendatangkan turis dari Ceko untuk menginap di homestay Dipowinatan.

Orkes kentongan Sukoreno, sebagian besar anggotanya sudah manula

Ir Marsito Merto, Koordinator Utama Kampung Wisata Dipowinatan
Dua kampung lainnya, yakni Keparakan Kidul sejak puluhan tahun lalu sudah menjadi sentra kerajinan kulit, tas dan aksesoris. Lingkungannya rapi, padahal lokasinya di pinggir kali code. Sementara, Keparakan Lor dikenal sebagai sentra kuliner.
Lurah Keparakan, Rajwan Taufik, SIP menyebutkan, selain memiliki keunikan masing-masing, di setiap RW yang ada di 4 kampung tersebut masyarakatnya aktif dalam berbagai kegiatan, sehingga banyak prestasi telah diraihnya.
Bahkan yang menarik, kantor kelurahan Keparakan sampai saat ini satu-satunya kantor pemerintah yang bebas asap rokok. Namun bagi yang ingin merokok, ada tempat khusus yang disediakan.

Gambar kiri: Gardu di samping kantor kelurahan Keparakan disediakan bagi para perokok yang ingin menikmati rokok sambil santai. Gambar kanan: sejumlah pekerja sedang memproduksi pakaian jadi untuk dipasarkan di kawasan nostalgia Malioboro, pasar kuno Beringharjo maupun dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
PRESTASI KELURAHAN KEPARAKAN
TAHUN 2009. (1) Lurah Teladan Provinsi DIY. (2) Juara I Perlombaan Kelurahan Tingkat Provinsi DIY. (3) Juara I Perlombaan Kelurahan Tingkat Kota Yogyakarta Kategori Kepadatan Tinggi. (4) Juara Harapan I Lomba Kampung/Desa Wisata Tingkat Provinsi DIY. (5) Kampung Wisata Dipowinatan sebagai Kampung Terunik Peserta Lomba Kampung/Desa Wisata se-Provinsi DIY. (6) Juara Harapan I Evaluasi Administrasi PKK Tingkat Kota Yogyakarta. (7) Juara II Lomba Pekat/Siskamling Tingkat Kecamatan Mergangsan. (8) Juara II Lomba Siskamling Tingkat Poltabes Yogyakarta. (9) Penghargaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta atas prestasi Kantor Kelurahan sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok. (10) Mewakili Kota Yogyakarta dalam “RASKIN AWARD” Tingkat Nasional. (11) Juara II Tingkat Provinsi DIY dalam Lomba Kudapan Non Beras dalam rangka Hari Pangan se-Dunia. (12) Juara II Tingkat Kota Yogyakarta dalam rangka Festival Makanan Tradisional non beras, dan (13) Penghargaan KWT Alamanda Kelurahan Keparakan sebagai KWT Kelas Lanjut.
TAHUN 2008. (1) Juara Terbaik I: Evaluasi PHBS di Rumah Tangga Tingkat Provinsi DIY. (2) Juara I Evaluasi Administrasi PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat Kota Yogyakarta. (3) Juara II Pelaksana Administrasi Buku Pintar Posyandu kepada Posyandu Keji Beling 3 Kelurahan Keparakan, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat Kota Yogyakarta. (4) Juara Umum III Lomba Gerakan Kebersihan Sungai “PROKASIH” Kota Yogyakarta diwakili RW 8 Kelurahan Keparakan. (5) Juara Terbaik III Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Tingkat Provinsi DIY. (6) Juara III Lomba Penataan Stan Pameran Gelar Tanaman Hias “Gapoktanku Hijau Mergangsanku Jaya”. (7) Juara Terbaik IV: Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat Provinsi DIY. (8) Penghargaan kepada Paguyuban Lansia Kelurahan Keparakan atas Partisipasi Aktif dalam kegiatan Lansia di Kota Yogyakarta. (9) Juata I Tingkat Kota Yogyakarta dalam rangka Kontes Tanaman Hias kategori Anggrek.
KEGIATAN PROGRAM UNGGULAN/INOVASI KELURAHAN KEPARAKAN
(1) Pemberdayaan Kampung di Kelurahan Keparakan. Kampung Dipowinatan: Kampung Wisata. Kampung Pujokusuman: Kampung Seni dan Budaya. Kampung Keparakan Lor: Kampung Kuliner. Kampung Keparakan Kidul: Kampung Industri Kecil. (2) Kantor Kelurahan sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok. (3) Jumat Bersih (pemantauan jentik secara massal) dan membudayakan Self Survailens. (4) Pemantauan Ibu Hamil Risti selama 24 jam. (5) Membentuk Paguyuban Pengolahan Sampah “RESA” Resik Sehat. (6) Pengembangan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan sirih merah dan olahan dari ubi. (7) Pemberdayaan Paguyuban Lansia “SEKAR ARUM”. (8) “METRI DIPOWINATAN” Pasar Rakyat di Kampung Dipowinatan setiap tanggal 18 Agustus. (9) Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan program “LICA-LICA” (Lima Menit Membaca). (10) Kampung Informatika di RW 12 Keparakan Kidul. (11) Pelayanan di kelurahan mengedepankan Pelayanan Prima, Transparansi dan Akuntabilitas. (12) Melakukan Jemput Bola pelayanan KIA (Kartu Identitas Anak) di lingkup TK dan RW. (13) Meningkatkan jejaring (CSR) dengan lembaga/instansi, pengusaha, bank dan sebagainya.*** (arm/wn)










Posted in 












