Kuncoro, Spesialis Penjodoh Burung Merpati

Kuncoro sedang menunjukkan sepasang merpati jenis surabayan yang sudah templek atau jodoh.

Pasar Satwa Dongkelan pindahan dari pasar burung Ngasem, kini tak hanya milik penggemar satwa piaraan saja. Justru setiap hari libur, lebih banyak warga masyarakat bukan penggemar satwa yang memanfaatkan pasar burung Dongkelan untuk berekreasi. Anak-anak kecil banyak yang diajak ke Dongkelan, sebab tempatnya bersih dan luas, tidak seperti pasar Ngasem yang bisa dibilang kumuh.

Selain burung oceh-ocehan dan satwa piaraan lain dapat dinikmati di pasar satwa Dongkelan, orang yang datang ke sana juga bisa menyaksikan peragaan pasangan merpati yang sudah jodoh. Diterbangkan dari manapun, si merpati jantan akan mencari pasangannya. Itu namanya sudah templek atau jodoh.

Ada yang datang ke Dongkelan membeli satwa yang diinginkannya. Namun, lebih banyak yang hanya sekedar rekreasi. Tempatnya memang bersih. Semoga saja bertahan lama kebersihan itu.

Di pasar burung Dongkelan ada beberapa pedagang yang kepiawaiannya adalah menjodohkan burung merpati. Satu diantaranya adalah Kuncoro, yang sudah puluhan tahun berdagang burung di pasar Ngasem.

Bahkan oleh pedagang lain, Kuncoro disebut sebagai spesialis penjodoh burung merpati. Siang itu Kuncoro memperagakan hasil penjodohannya. Merpati jantan jenis Surabayan, mungkin dulu kakek moyang burung ini berasal dari Surabaya, dibawa pergi oleh seorang pedagang. Jauhnya sampai puluhan meter.

Sementara, tangan kanan Kuncoro memegang merpati betina dengan sayap yang dibiarkan bergerak leluasa. Begitu merpati jantan dilepas, dengan cepatnya terbang menuju ke arah pasangannya yang sayapnya mengepak seperti hendak terbang. Dalam hitungan detik, merpati jantan itu sudah berada di atas punggung merpati betina.

Harga sepasang burung yang sudah templek atau jodoh ini Rp 150.000,-. Kalau sedang mulai saling suka sama suka, harganya sekitar Rp 100.000,-. Beberapa penggemar merpati justru lebih senang membeli pasangan yang belum terlampau jodoh. Di rumah, pasangan yang sedang suka sama suka itu kemudian dilatih untuk berjodoh.

Di kios ini, para jagoan lomba burung kicauan berdiskusi sambil mentes kemajuan burung-burung yang hendak dilombakan

Ternyata, untuk membuat sepasang merpati jodoh, ada jurus-jurusnya. Menurut Kuncoro, merpati yang akan dipasangkan itu harus sudah berdekatan sejak piyik atau anak-anak, remaja dan pastinya sampai dengan dewasa. Sedangkan untuk membuat supaya cepat jodoh, ada obat yang tersedia. Namanya obat templek atau obat jodoh merpati. Harganya tak terlampau mahal, cuma Rp 20.000,- Di pasar satwa Dongkelan banyak tersedia.

Selain perawatan yang lumayan serius, seperti pakan dan minum cukup serta kandang bersih, latihan rutin juga perlu diberikan. Salah satu caranya adalah dengan memisahkan dalam jarak beberapa meter dulu, baru si jantan dilepas. Kalau belum terlampau jodoh, si jantan tidak segera menuju ke arah betinanya, tetapi terbang dulu agak ke atas baru turun ke arah pasangannya.

Tapi kalau sudah jodoh, begitu dilepas langsung meluncur kencang ke arah jodohnya. Pasangan yang sudah jodoh itu sering menghilang dari rumah pemiliknya. Menurut Kuncoro, paling-paling burung itu menuju ke rumah orang yang selama ini melatihnya. Dan itu sering terjadi. Silakan diambil lagi, kalau pasangan yang sedang bermesra-mesraan itu terbang ke rumah Kuncoro untuk bernostalgia. (amr/wn)


Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review