Burungnya sendiri sudah seru kicauannya, seperti jenis cucakrowo. Apalagi jumlahnya puluhan, dan dijejer berdekatan dalam sebuah lomba. Minta ampun riuhnya. Belum lagi bila ditingkah dengan ulah dan teriakan pemilik maupun pengunjung yang menjagoi burung tertentu keluar sebagai juaranya. Suaranya makin gaduh saja.

berkumpul
Karena itulah, panitia lomba burung berkicau di Sleman Minggu lalu mensyaratkan ketentuan tanpa teriak. Maksudnya, tidak boleh ada yang menyebut nama yuri, nomor gantangan, bertepuk tangan dan sebagainya.

memasuki arena lomba
Namun kenyataannya, pemilik burung dan penikmat lomba masih terbawa emosi. Ada banyak yang masih menyebut nama yuri, nama burung maupun nomor gantangannya. Bahkan dengan kerasnya bertepuk tangan, memberikan kode bagi sang jagoan yang sedang berlaga.

menyemangati tanpa harus berteriak
Padahal senyatanya, lebih nikmat mendengar kicauan burung, ketimbang suasana menjadi hiruk-pikuk, campur aduk antara suara burung berkicau yang ditingkah dengan teriakan orang. Memberikan semangat cukup dengan lambaian tangan, bak mengelu-elukan artis idola mereka yang sedang manggung

siap bertarung

penilaian yuri
Lomba kicau burung non teriak memang perlu sering digelar, supaya lebih bisa dinikmati.










Posted in 












