Memproduksi ESAI FOTO Dengan Data Sekunder dari Koran

Materi Bimbingan: 1

Kiat Praktis Memproduksi NARASI dan FOTO (Esai Foto) Style Jurnalistik dengan data sekunder dari Kliping Koran. Sebagai contoh: Kliping Kompas Edisi Yogyakarta

PERAJIN KEMBANGKAN PISAU BATIK

BANTUL-KOMPAS-Para perajin di dusun Krengseng, Bangunjiwo, Bantul, mengembangkan pisau batik. Meskipun pemasarannya baru pasar local, mereka yakin produknya akan digandrungi konsumen.

Ada dua jenis pisau, bersifat fungsional dan hiasan. “Pisau yang fngsional bisa untuk keperluan sehari-hari, sementara yang hiasan bisa dipasang di rumah sebagai aksesori,”kata Sudiman, Ketua Paguyuban Perajin Rukun Karya Lestari, Kamis (25/3).

Sejauh ini, penambahan batik pada bagian gagang dan rangka pisaumeningkatkan nilai jual. Bila dijual tanpa ornament batik, harga pisau Rp 3.000 per buah, setelah diberi batik jadi Rp 12.000 per buah.

Perajin yakin pisau batik diterima pasar. Saat ini kecenderungan masyarakatmenyukai segala sesuatu yang memakai unsure batik.

“Kami mendengar omzet perajin batik di Bantul sehingga kami ingin seperti mereka. Kalau hanya membuat pisau tradisional, hasilnya segitu-gitu saja,”kata Sudiman.

Di desa Krenseng saat ini terdapat sekitar 20 perajin pisau. Namun, belum semua mencoba membuat pisau batik karena khawatir tidak laku.

“Saya belum membuat karena repot dan hasilnya belum tentu laku. Lebih baik saya focus pada pisau tradisional,”ujar Sukar, perajin lainnya.

Membuat pisau batik butuh ketelatenan. Prosesnya juga lebih lama, tetapi hasilnya lebih besar.

Untuk memperoleh batik yang bagus, gagang pisau harus dibuat dari kayu klepu atau jinatri. Berbeda dengan pisau tradisional, gagang pisau batik dibuat berbagai motif seperti Rama-Shinta dan motif shio.

Harga variatif

Khusus harga pisau batik souvenir Rp 3.000 per buah, sedangkan pisau ukuran sedang Rp 12.000. Harga pisau besar mencapai ratusan ribu rupiah.

Tradisi membuat pisau di dusun Krenseng terjadi turun temurun. Pisau-pisau mereka tak hanya menembus pasar tradisional, tetapi juga took-toko besar.

Di Bantul sebenarnya ada sentra kayu batik, yakni di Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan. Namun, mereka belum membuat pisau batik. Sebagian besar produknya berupa aksesori rumah tangga, seperti asbak, hiasan dinding, dan gantungan kunci. (ENY)

Berita diambil dari KOMPAS edisi YOGYAKARTA terbitan Sabtu 27 Maret 2010. Tulisan di atas bentuknya NEWS INDEPTH atau berita yang mendalam tidak sekadar menuliskan dalam rumus 5W + 1H. Untuk tahap awal, anda belumlah menulis gaya jurnalistik dalam bentuk news indepth, melainkan cukup NARASI saja, panjangnya maksimal lima alinea. Narasi yang akan anda tulis berdasar informasi serta pengamatan di lokasi. Jangan lupa anda memotret apasaja yang anda anggap layak untuk diabadikan. Dari belasan bahkan puluhan hasil jepretan tersebut, cukup 5 foto yang  anda sertakan bila anda mengirimnya ke redaksi Majalah Internet  www.apakabarjogja.com

Langkah apa saja yang anda tempuh untuk memproduksi tulisan pendek  dan bagaimana memilih foto dari HP, kamera pocket maupun SLR anda? ikuti terus bimbingan praktis yang diolah para mantri Klinik Jurnalistik.

PENULIS YANG BAIK ADALAH PEMBACA YANG BAIK Di daerah anda pasti banyak pengrajin seperti yang diliput wartawan Kompas Yogyakarta. Kliping koran yang sudah anda kumpulkan hanyalah sebagai data sekunder. Informasi 5W + 1H sudah anda peroleh. Tinggal anda mendatangi lagi ke lokasi pengrajin yang sudah anda pilih untuk bahan pembuatan berita yang akan diposting di majalah internet www.apakabarjogja.com

ANDA AKAN MENERAPKAN CARA KERJA WARTAWAN. Beritahukan kepada pengrajin yang anda datangi, apa maksud tujuan anda datang. Sampaikan bahwa  kedatangan anda adalah mencari informasi dan memotret produk maupun narasumber untuk dimuat/diposting di media maya www.apakabarjogja.com

Kalau narasumber atau si pengrajin menanyakan, kok anda tahu lokasi usaha bapak/ibu narasumber, sampaikan bahwa anda tahu dari membaca koran. (dalam contoh ini koran Kompas edisi Yogyakarta).

Narasumber akan senang bila anda menyertakan fotokopian berita tentang pengrajin yang sudah dimuat salah satu koran. Pada umumnya pengrajin terutama yang kecil-kecil kurang memperhatikan arti pentingnya kliping.

Ketika berwawancara, anda tidak harus mengganggu si pengrajin. Maksudnya, tidak perlu anda ajak untuk duduk di tempat tertentu. Biarkan narasumber tetap bekerja, sambil sekali-kali ngobrol. Ini supaya anda tidak mengganggu jam kerja pengrajin. Baru kemudian anda sampaikan kepada narasumber untuk minta waktu wawancara barang 10 menit setelah narasumber tidak sibuk. Kalau anda bisa membuat narasumber nyaman, tidak disadari wawancaranya bisa lebih dari 10 menit. Usahakan jangan lebih dari 30 menit. Karenanya, anda susun dulu inti pertanyaannya.

MENYALURKAN HOBI MEMOTRET Ketika anda mendatangi pengrajin yang sudah anda pilih untuk bahan pemuatan di apakabarjogja.com, jangan lupa bawa kamera anda; entah itu dalam bentuk HP, Pocket maupun DSLR. Sebab pemuatan kategori ESAI FOTO, anda harus  menyertakan 5 foto. Pasti, anda tidak hanya mengambil 5 jepretan saja. Ambil gambar sepuas-puasnya dari berbagai angel/sudut bidik. Jangan sampai anda mengirimkan 5 foto dari satu obyek sama.

Untuk obyek UKM, yang perlu anda potret adalah:

Narasumber ketika sedang bekerja. Yang dikirimkan jangan foto narasumber ketika anda wawancara di ruang tamu.

Proses produksi. Ambil gambar ketika seorang pegawai atau lebih sedang bekerja.

Kalau ada showroom atau tempat memajang produk yang sudah siap jual, ambil gambarnya. Anda bisa merekayasa. Dengan cara, minta ijin narasumber untuk berdiri di depan produk, usahakan ada dua atau tiga orang supaya gambar anda tidak kelihatan sepi. Arahkan, jangan sampai orang yang melatar-depani produk di almari pajang menatap ke HP atau kamera poket anda. Ini hasilnya kurang bagus. Arahkan agar orang yang ada di situ action, misalnya: sedang berbincang, ada yang membawa produk dan sebagainya. Ini penting, agar hasil pemotretan anda tidak kelihatan kaku.

Lingkungan sekitar tempat usaha narasumber. Cari obyek yang menunjukkan nama perusahaan atau ciri khas dari perusahaan milik narasumber.

• Proses produksi bisa diambil cukup banyak, dan dapat anda pilih untuk 2 atau 3 untuk anda kirimkan bersama narasi. Ini terutama yang proses produknya bervariasi.

• Obyek lain yang sekiranya anda nilai layak untuk diambil gambarnya dan dikirimkan untuk pemuatan, agar redaksi memiliki banyak pilihan.

Memproduksi ESAI FOTO ini adalah sebagai sarana bagi anda untuk:

1.  menyalurkan hobi anda memotret sambil rekreasi

2.  belajar mendeskripsikan apa yang anda lihat kemudian anda potret, serta

3.  menuliskannya dalam kalimat pendek, dan……….enak untuk dibaca

Dimanapun anda berdomisili, kami harap anda dapat meluangkan waktu untuk memproduksi ESAI FOTO. Dan hasil karya anda dapat dikirimkan ke redaksi www.apakabarjogja.com. Kalau sudah sering dimuat di majalah internet apakabarjogja.com, anda dapat mengirimkan ESAI FOTO karya anda ke media cetak, baik nasional maupun lokal di daerah anda.

Hasil karya yang sudah dimuat/diposting majalah maya apakabarjogja.com dapat anda sertakan sebagai bukti pemuatan. Biasanya redaksi akan mempertimbangkan kiriman dari penulis lepas yang karyanya sudah sering dimuat di media cetak atau diposting di media maya yang dikelola secara profesional. HONORARIUM sudah ada di depan mata. Tinggal bagaimana kiprah anda.

Kami siap mencetak anda sebagai GSM (Generasi Siap Mandiri).


PETUNJUK

Ÿ   5 Foto ini adalah hasil seleksi dari sekitar 20 gambar yang diambil. Lima foto ini berbeda angel atau obyeknya.

Ÿ   Caption ditulis pendek saja.

Ÿ   Buat terlebih dulu deskripsi atau hasil pengamatan maupun informasi yang diperoleh di lokasi, baru kemudian menuliskan narasinya.

Selamat berlatih menulis NARASI sebelum memproduksi tulisan panjang dalam bentuk News Indepth,  Feature, Artikel serta menulis untuk Lomba Karya Tulis tingkat Pelajar/Mahasiswa/Umum

1. Membuat pisau tradisional harus dipanasi dalam bara api

3. Kayu dipahat secara hati-hati agar tidak patah

2. Sudiman memegang pisau dengan latar belakang produk lain yang juga dibatik

3. Membatik kayu juga seperti membatik kain tradisional

4. Pegangan dan sarung pisau yang sudah dibatik

Di bawah ini adalah deskripsi (uraian)  tentang aktivitas pembuatan pisau batik setelah kami datang sendiri ke lokasi:

1.  Rumah Sudiman – pengrajin pisau batik – berlokasi di dusun Krengseng, Bangunjiwo, Bantul sekitar 14 kilometer dari kota Yogyakarta ke arah selatan, melewati sentra industri gerabah Kasongan.

3. Sudiman baru 5 tahun memproduksi pisau batik. Namun, Sudiman sudah puluhan tahun sebagai pengrajin pisau dapur, sebagai usaha turun temurun sejak kakek moyang lelaki berumur 47 tahun itu.

4.  Untuk memproduksi pisau tradisional bajanya harus dipanggang pada bara api. Sebab, ketika digrenda, lapaisan baja hilang terkikis. Karenanya perlu dimunculkan lagi lewat proses pembakaran dengan api suhu tinggi.

4.  Samsul yang dipercaya menggergaji dan memahat kayu, terlihat cukup trampil dan hasil karyanya halus.

5.  Sedangkan Yayuk, wanita muda asal dusun Krengseng memang sudah trampil membatik kain secara tradisional. Karenanya, Sudiman merekrut Yayuk untuk membatik kayu. Model gagang pisau yang menjadi favorit Sudiman dan kebetulan banyak penggemarnya adalah pasangan Rama – Sinta.

6.  Harga pisau termurah Rp 7.000,- dan yang paling mahal Rp 45.000,-

7. Selain memproduksi pisau batik, Sudiman juga membuat produk lain; seperti permainan tradisional yoyo, dakon, tempat cermin kecil, gantungan kunci dan sejumlah aksesoris mini lainnya.

CONTOH NARASI bergaya Jurnalistik.

♦ mengalir, komunikatif,

♦ menerapkan ekonomisasi kata

dan………tentunya………….

♦ karya anda enak dibaca

Pisau dapur pastilah bukan benda asing bagi anda. Bentuknya sederhana, yang penting tajam bila digunakan untuk mengiris bahan makan yang akan diolah. Sudiman, sudah memproduksi pisau dapur ini lebih dari 20 tahun. Salah satu prosesnya, baja harus dibakar segala. Lantaran bentuknya sederhana, maka harga jualnyapun tidak terlampau mahal, rata-rata Rp 5.000,- per pisaunya.

Tapi sejak 5 tahun lalu, ada ide kreatif muncul di benak Sadiman, dalam upaya mendongkrak harga jual karyanya. Lalu diproduksilah pisau bergagang kayu yang dibatik. Selain memproduksi pisau batik, Sudiman juga membuat aksesoris dan mainan tradisional berbahan baku kayu yang juga dibatik. Yakni, yoyo, dakon, gantungan kunci, tempat cermin kecil dan masih banyak lainnya.

Karena ada sentuhan art-nya, dicarilah dua pekerja yang ahli di bidang masing-masing. Samsul, seorang pengrajin kayu. Dia pandai memahat kayu dalam ukuran kecil sekalipun. Selain itu, Samsul juga telaten menggergaji kayu dengan detil yang rumit, seperti model sepasang wayang Rama – Sinta yang berukuran kurang dari 15 sentimeter.

Sudiman juga merekrut Yayuk, wanita muda yang sehari-hari bekerja sebagai pembatik kain secara tradisional. Di rumah Sadiman, Yayuk tidak membatik kain, melainkan kayu yang sebelumnya sudah dipahat Samsul.

Hasil kerja mereka tidak mengecewakan. Harga jual pisau bergagang kayu dibatik akhirnya menjadi lebih tinggi ketimbang pisau dapur tangkai kayu biasa. Harga termurah Rp 7.000,-, sedangkan termahal mencapai Rp 45.000,-.

Bila anda ingin melihat bagaimana proses pembuatan pisau bergagang kayu batik, silakan datang ke rumah Sudiman.

Dengan alamat, Dusun Krengseng, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul.

Dari Yogyakarta hanya sekitar 14 kilometer ke selatan, lewat jalan Bantul. Ancar-ancarnya, sebelah barat sentra kerajinan gerabah Kasongan.

Kontak person Sudiman: 081943576889

Bimbingan berikutnya adalah: Kiat praktis memproduksi ESAI FOTO dengan data sekunder download internet. Selamat berkarya.


Share
Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review