Panjang jalan kawasan nostalgia Malioboro hanya sekitar 2 kilometer saja. Memanjang dari depan Hotel Inna Garuda ke selatan sampai titik nol di perempatan BNI – Kantor Pos. Jalan yang sependek itu, tidak seluruh titik diminati pengunjung untuk bersantai. Hanya di setengah kilometer pertama, yakni depan Hotel Garuda sampai depan Gedung DPRD DIY yang terasa ‘hidup’
Puluhan pedagang lesehan berjejer menjajakan dagangannya di bawah tenda warna-warni. Disitu pulalah, pengamen alias musisi jalanan Malioboro mengais rejeki dengan menjual kemasan musik plus lantunan merdu penyanyinya.
Sedangkan di satu kilometer berikutnya tak terlampau ramai dikunjungi penikmat Malioboro di malam hari. Kemudian, setengah kilometer ke selatan sampai titik nol depan BNI, geliat kehidupan malam Malioboro terasa kental, didominasi kawula muda yang kongkow-kongkow.
Bila menyimak cara kerja musisi jalanan di kawasan Malioboro, ada perbedaan yang cukup mencolok antara mereka yang mengais rejeki di sekitar Hotel Garuda – Gedung DPRD DIY dengan pengamen yang jrang-jreng di sekitar benteng Vredeburg sampai Monumen Serangan Umum 1 Maret di pinggir titik nol.
Di setengah kilometer pertama Malioboro, musisi yang mangkal membesut penampilan mereka dengan serius. Menamakan dirinya dengan sebutan PASMAL (Paguyuban Seni Musik Lesehan Malioboro), mereka terlihat tampil secara total. Ada satu grup yang tampil dengan peralatan musik bas betot, biola, gitar, snar drum serta mandolin. Seorang yang lagi makan ayam bakar minta lagu pop campursari ‘Sewu Kutho’. Selesai melantunkan lagu jawa itu, penikmat makan lesehan lainnya minta lagu ‘Country Road’. Grup itu melayani pula dengan serius, dan kekompakannya bisa dibilang bagus.
Sedangkan di sumbu setengah kilometer paling selatan, atau di sekitar benteng Vredeburg – titik nol Jogja, musisinya main sebagaimana pengamen beneran. Mereka berjalan mendekati kawula muda yang sedang ngobrol santai. Pemusiknya merangkap sebagai vokalis. Rata-rata dua tiga orang tiap grup. Satu di antara anggota grup kemudian menyodorkan tas kresek hitam. Tujuannya bisa ditebak, silakan mengisi sumbangan seikhlasnya. Biasanya mereka melantunkan lagu-lagu pop baru. (arm)












Posted in 












