Posted by ARM on August 21st, 2010

the miniature bycicle
Until 1970, the city of Yogyakarta is still referred to as City Bicycles, because there are still many people who use it as a means of transportation. However, over time, which became a people’s choice is motor transport. So the bicycle is no longer used widely.
One of the inhabitants of the city of Yogyakarta, Hery Suryono still preserve the traditional transportation, but in miniature as a souvenir. What this does is inherited from parents.
Heri Suryono, craftsmen miniature bike on Gajah Mada street in Yogyakarta, started its business since 1983. Previously, parents Heri has pioneered the manufacture of miniature traditional transportation since 1973.
Posted by ARM on August 13th, 2010
Judul Tugas Akhir:“Perancangan Komunikasi Visual Produk Dji Sam Soe” (Untuk syarat kelulusan sebagai Mahasiswa Program D-3 Modern School of Design – MSD – Yogyakarta)

Eko Sulistyo Nugroho - Lulusan Program D3 MSD Yogyakarta
Rokok merupakan produk yang sangat fenomenal penuh dengan kontroversi. Apalagi saat ini persaingan antar perusahaan rokok sangat ketat. Baik antar perusahaan rokok dalam negeri maupun persaingan dengan rokok produk import. Indonesia adalah pengkonsumsi rokok nomor 6 terbesar di dunia. Akibatnya, penataan iklan-iklan luar ruang menjadi tidak teratur dan terlihat sangat semrawut.
Posted by ARM on August 11th, 2010

Hamzah-Staf Pengajar STSI Padang Panjang dengan latar belakang salah satu karyanya yang dipamerkan
Minangkabau terkenal sebagai daerah yang memiliki norma dan adat-istiadat yang kuat. Itu dapat diamati dari bangunan rumah gadang, rumah adat dan rumah-rumah bersejarah lain yang merupakan kekayaan budaya bangsa bernilai adiluhung.
Namun di mata Hamzah, lelaki Minang kelahiran Mengganti Sumatera Barat, kekayaan adiluhung ini tidak lagi terawat. Bahkan banyak di antaranya sudah mengalami kerusakan, lapuk, roboh dan runtuh.
Posted by ARM on July 30th, 2010

Dua Investigator KADI, Penta Riris Nasution (kiri) dan Triyana Huda memberikan paparannya tentang ketentuan Anti Dumping, dengan moderator Yunastuti Daud (tengah)
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai produsen handicraft. Bahkan buyer mancanegara sudah mengakuinya. Bila suatu saat nanti produsen mencurigai adanya impor barang dumping yang menyebabkan kerugian terhadap produsen, ada satu lembaga yang siap untuk menyelidikinya. Institusi resmi pemerintah itu adalah KADI (Komite Anti Dumping Indonesia).
Supaya lebih dekat dengan pengusaha, KADI telah menyelenggarakan penyuluhan di Yogyakarta, bekerjasama dengan KADIN Provinsi DIY. Penyuluhan yang diselenggarakan di Hotel Grand Quality itu diikuti sekitar 50 orang utusan asosiasi bisnis, Dinas Perindagkop serta perguruan tinggi. Djoko Wiyono, Wakil Ketua KADI tampak hadir dan memberikan pengantar penyuluhan. Sedangkan Wakil Ketua KADIN DIY, Gonang Yuliastono membuka penyuluhan yang berlangsung sehari itu.
Posted by ARM on July 28th, 2010

Drs Djoko Maruto, Dosen Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS Universitas Negeri Yogyakarta
Merpati memang mengasyikkan untuk dinikmati, baik secara fisik maupun dalam bentuk lukisan. Coba saja datang ke pasar satwa Dongkelan Yogya selatan, ada pedagang yang tiap hari memperagakan sepasang merpati yang sudah jodoh. Dilepas dari jarak puluhan meter, dengan cepatnya terbang menuju ke merpati pasangannya yang dipegang sang pedagang. Itu namanya sudah templek alias sudah jodoh.
Dalam bentuk lukisanpun, burung merpati akan enak dinikmati berlama-lama. Seperti karya Djoko Maruto, dosen jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta. Burung merpati ditampilkan sebagai personifikasi dari manusia. Karya Djoko Maruto itu digelar 3 hari sejak 26 Juli 2010, di PPPTK Kledon Sleman.
Posted by ARM on July 19th, 2010

Indra Gunawan sedang mengolah letong yang sudah dilahap cacing
Orang Jawa lebih mengenal kata letong ketimbang kotoran sapi. Di tempat asalnya, yakni di kandang-kandang sapi, baunya memang masih cukup menusuk hidung, dan ujudnyapun tidak sedap dipandang. Namun, di tangan orang-orang pecinta keselamatan tanah, letong adalah tempat yang sangat subur bagi cacing.
Sebagai rumah dan sekaligus makanan bagi binatang melata, berlendir, liat, tanpa telinga dan mata serta tak bertulang itu, letong kini mulai diburu orang. Salah satu pemburunya adalah Indra Gunawan, pengelola pembuatan pupuk organik Pangkal Sejahtera, yang bermarkas di dusun Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, sekitar 20 kilometer utara kota Yogyakarta.
Posted by ARM on July 18th, 2010

Anin Ditto dengan latar samping karya monoprintnya yang dipamerkan
Bebek atau itik kini naik gengsi. Seorang dosen ISI Padangpanjang , Anin Ditto, telah menempatkan unggas yang perilakunya suka menikmati kelegaan hidup secara bersama-sama itu, untuk tema pameran Tugas Akhir sebagai mahasiswa S-2 ISI Yogyakarta.
Dosen Jurusan Seni Murni dengan minat utama seni grafis ini mengingatkan, manusia dapat belajar banyak dari benda, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah satunya itik. Anin Ditto mengangkat karya tugas akhirnya dengan tema: Perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam narasi simbol itik. Pameran tugas akhirnya dia gelar Sabtu, 17 Juli lalu, di kampus Pasca Sarjana ISI Yogyakarta, bersamaan dengan ujian yang ditempuhnya.