PASAR NGASEM MULAI DIBONGKAR

Pasar burung yang konon sudah ada sejak tahun 1809 dan berlokasi di kawasan kraton Yogyakarta itu, akhir April 2010 ini bakal tak ada kicauan burung yang bersahut-sahutan. Pemerintah kota Yogyakarta akan memindahkannya ke lokasi baru, di perbatasan Yogya – Bantul, pinggir jalan raya Dongkelan, Yogyakarta.

Kondisi pasar Ngasem kini jadi kumuh, karena sebagian pedagangnya sudah mulai membongkar bangunan mereka. Sementara, terlihat ratusan sangkar yang teronggok di sembarang tempat, tak tertata rapi.

Share

Sentolo Sentra Kerajinan Agel

Tumpukan serat agel menggunung di beberapa rumah warga desa Tuksono dan Salamrejo di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Di beberapa rumah lainnya, puluhan ibu-ibu berkumpul, ada yang sedang mendengarkan penjelasan tentang proses pembuatan kerajinan tangan berbahan baku serat agel dan bahan alam lainnya, dan ada pula yang sedang menganyam.

Kesibukan yang terjadi di Desa Tuksono dan Salamrejo Sentolo ini adalah sebuah kegiatan yang diselenggarakan KADIN DIY bekerjasama dengan IOM, International Organization for Migration) yang mendapat dukungan pendanaan dari JRF berupa pendampingan teknis.

Share

KOP ANNA Juga Beranggotakan Pemulung

Suatu siang di pinggir selokan mataram, yang melewati kampung Pogung, Sinduadi Mlati Sleman, ada sekitar 500 orang berkumpul di bawah tenda yang dipasang memanjang. Mungkin saja orang mengira, ada warga Pogung yang lagi menggelar acara keluarga.

Ternyata yang sedang berlangsung di pinggir selokan mataram itu adalah RAT atau Rapat Anggota Tahunan Koperasi ANNA, dengan mengambil tempat di halaman ketua koperasi, AM Susanti.

Share

PISAU BERGAGANG MOTIF BATIK

Suara mesin grenda terasa menyayat sembilu saat mengikir baja, ditingkah suara palu menghantam betel untuk memotong plat baja yang lumayan tebalnya. Di tempat yang agak jauh, yakni di kebun belakang rumah, satu blower model kuno dihidupkan untuk mengipasi bara api saat memanggang baja. Itulah suara dan pemandangan yang hampir saban hari mewarnai kegiatan di rumah Sudiman, pengrajin pisau, di dusun Krengseng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, sekitar 14 kilometer selatan kota Yogyakarta.

Sebenarnya sejak lima tahun silam, Sudiman sudah mulai menggeluti pembuatan pisau bermotif batik. Dengan membuat pisau batik, hampir tidak ada suara bising. Ketika proses pembatikan kayu dilakukan dengan canting, nyaris tak terdengar suara dari alat yang digunakan wanita muda yang tugasnya membatik kayu yang sudah dibentuk tokoh wayang, seperti Rama Sinta atau motif binatang dan bunga-bungaan. Sebab yang dikerjakan adalah membatik kayu, dengan pengerjaan yang ekstra lembut.

Share

GUA SELARONG DIMINATI GENERASI MUDA

Belasan siswa SMP Kulonprogo Yogyakarta Minggu siang itu sepakat, ingin berekreasi sambil menapak sejarah yang mengandung nilai-nilai luhur. Maka dipilihlah Gua Selarong, yang berlokasi di perbukitan padukuhan Kembang Putihan, Pajangan Kabupaten Bantul, atau sekitar 14 kilometer selatan Yogyakarta. Dari lokasi sekolah anak-anak SMP Temon Kulonprogo itu, jaraknya mencapai 20 kilometer lebih.

Dalam sejarah perjuangan bangsa, gua Selarong digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro, dalam perjuangannya melawan penjajah Belanda, di sekitar tahun 1825 sampai 1830.

Share

PATUNG PRIMITIF PRODUKSI PUCUNG BANTUL

Patung primitif tak hanya diproduksi Suku Asmat Papua. Perajin yang berdomisili di Kabupaten Bantul DIY pun ternyata trampil mendisain dan memahat patung primitif dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bahkan ada satu dusun, Pucung, Pendowoharjo, Sewon,  sejak 15 tahun lalu menjadi sentra kerajinan patung primitif. Dusun Pucung mudah dijangkau, karena berada di dekat jalan raya Yogyakarta – Bantul kilometer 7.

Patung-patung berwarna hitam dan coklat tua itu menjadi menarik karena dipahat dalam desain yang aneh-aneh. Ada patung yang matanya besar melotot, bibir tebal, postur tinggi kurus, badan bongkok sambil memeluk tifa dan sebagainya.

Share

PEMUGARAN PULO PANEMBUNG

Sejumlah bangunan di Kompleks Istana Tamansari yang sebagian rusak akibat gempa bumi beberapa tahun lalu, kini mulai dilakukan pemugaran. Bangunan yang pernah menjadi tempat bersemedi para Sultan Yogyakarta, yakni Pulo Panembung saat ini sedang dipugar. Bangunan lain yang lebih dulu selesai dipugar adalah Pulo Cemeti.

Meski mengalami pemugaran, sebagian tembok di pulo cemeti yang sudah berusia 250 tahun lebih itu, tampaknya sengaja disisakan sebagai bukti sejarah masa lalu.

Share
Powered by WordPress | Visit iFreeCellPhones.com for Verizon Cell Phones | Thanks to Palm Pre Blog, Free MMO and Fat burning furnace review