
Indra Gunawan sedang mengolah letong yang sudah dilahap cacing
Orang Jawa lebih mengenal kata letong ketimbang kotoran sapi. Di tempat asalnya, yakni di kandang-kandang sapi, baunya memang masih cukup menusuk hidung, dan ujudnyapun tidak sedap dipandang. Namun, di tangan orang-orang pecinta keselamatan tanah, letong adalah tempat yang sangat subur bagi cacing.
Sebagai rumah dan sekaligus makanan bagi binatang melata, berlendir, liat, tanpa telinga dan mata serta tak bertulang itu, letong kini mulai diburu orang. Salah satu pemburunya adalah Indra Gunawan, pengelola pembuatan pupuk organik Pangkal Sejahtera, yang bermarkas di dusun Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, sekitar 20 kilometer utara kota Yogyakarta.

Pengayakan dilakukan setelah seluruh letong lembut jadi kascing

Cacing merah ini sedang kuat-kuatnya melahap letong
Indra Gunawan, lulusan Stiper Yogyakarta itu, mewarisi rintisan seorang pastor Yesuit, Fransiskus Xaverius Tan Soe Ie, yang sekitar setahun lalu telah dipanggil Tuhan.
Kini, Indra tetap setia bersama 7 karyawan Pangkal Sejahtera memproduksi pupuk organik kascing. Mudah diingat, kascing singkatan dari bekas cacing.
Kascing berasal dari kotoran sapi yang diurai oleh cacing. Cacing akan memakan habis seluruh kotoran yang tersedia. Lumbricus rubellus mampu meningkatkan kadar unsur hara pada kotoran sapi jauh melebihi hasil penguraian dengan bakteri. Indra menyebutkan, hasil uji lab menunjukkan kadar N sebesar 1,79 % , jauh lebih tinggi dibandingkan kompos yang hanya 0,09 %. Dengan kandungan yang terdapat dalam kascing, Indra sangat percaya diri untuk mengembangkan pemasaran pupuk ini.
Kascing juga mempunyai kelebihan lain yaitu kandungan hormon dan antibiotik. Kedua kandungan ini berasal dari tubuh cacing. Hormon dalam kascing sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Sebagai contoh, Indra menunjukkan tanaman pisang yang ditanam di sekitar markas pangkal sejahtera, tingginya hampir 2 m. Pisang ini belum berumur 3 bulan tetapi ukurannya sudah besar.
Indra menambahkan, Proses sejak dari mendatangkan letong sampai dengan pengepakan kascing, lamanya 14 hari. Selama kurun waktu tersebut, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Seperti memasukkan hamparan letong dan dibentuk dalam petak di gudang-gudang produksi berbentuk rumah dari bambu. Hamparan limbah tersebut kemudian ditebari cacing.
Dalam beberapa hari, cacing akan melahap letong tersebut, ditandai dengan perubahan bentuk dari bongkahan letong menjadi lembut. Bila sudah lembut seperti ini, itu artinya sudah menjadi produk kascing. Proses berikutnya adalah penyaringan sebelum dimasukkan dalam karung ukuran 20 kg dan 3 kg. Untuk karung yang 20 kg, harga jualnya Rp 15 ribu, dan yang 3 kg dijual Rp 3 ribu per karungnya.

Letong yang baru turun dari kendaraan terus didistribusikan ke gudang-gudang produksi kascing

Proses terakhir adalah pengepakan dalam karung isi 20 kg dan 3 kg
Persaingan di bisnis apapun memang akan selalu terjadi. Indra Gunawan memiliki resep yang cespleng, yakni menjalin relasi yang familier. Kepercayaan selalu dijaganya. Petani bukan sekedar pembeli, tapi seperti keluarga sendiri. Petani tak perlu ragu. Indra Gunawan siap memberikan pendampingan bagi petani yang menggunakan kascing produksi pangkal sejahtera.
Bila ternyata kualitasnya kurang memuaskan, Indra Gunawan bersedia menggantinya, bahkan harganya ditinjau lagi. Ini artinya, Indra tetap menjaga kualitas kascing produknya agar pelanggan lama maupun baru tidak terkecewakan.
Bila ada yang berminat untuk mengenal lebih jauh aktivitas Pangkal Sejahtera yang memproduksi kascing, silakan menghubungi:
Indra Gunawan: 081 328 161 752
(WN / ARM)










Posted in 













Hey admin, very informative blog post! Pleasee continue this awesome work..
I would love to see more posts like this!.. Great blog btw! Subscribed..
Keep up the good work.
Post Bookmarked.
Wow! I can’t believe I have found your blog. Very useful information.
I am very happy that I have found this blog. Bookmarked it!