Menarik apa yang pernah diungkapkan Sultan Ngayogyokarto Hadiningrat, Hamengkubuwono-X bahwa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) merupakan kegiatan budaya dan bukan termasuk aktivitas bisnis yang harus mencari untung.
Apa yang disampaikan Sri Sultan yang juga Gubernur Provinsi DIY itu tampaknya perlu dikembangkan oleh pengelola lembaga pendidikan. Di setiap event Sekaten yang digelar di alun-alun utara kraton Yogyakarta, panitia juga memberikan kesempatan bagi persekolahan untuk memunculkan kegiatan mereka di panggung yang sudah tersedia.
Persekolahan yang paling pas untuk muncul di panggung adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di panggung seperti sekaten ini Siswa SMK dapat mempraktekkan apa yang sudah mereka peroleh di sekolah.
Sebab pada dasarnya, ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sudah diperoleh selama studi hendaknya banyak dipraktekkan; baik di dalam maupun diluar sekolah. PMPS yang digelar setiap tahun itu adalah event yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga SMK.
Tampil di panggung Sekaten misalnya. Ajang ini dapat dimanfaatkan untuk melatih siswa agar lebih pede (percaya diri) sebab di panggung PMPS akan banyak ditonton pengunjung.
Dengan memanfaatkan event seperti Sekaten, pengelola pendidikan sudah menerapkan konsep pendidikan life skill (kecakapan hidup). Konsep ini merupakan upaya untuk memenuhi tuntutan dalam menghadapi perkembangan zaman modern.
Life Skill adalah kecakapan atau kemampuan untuk mau dan berani menghadapi problema kehidupan dan dengan sadar dan wajar untuk menerimanya tanpa rasa tertekan dan terpaksa, kemudian secara aktif dan proaktif untuk mencari solusi dan menyelesaikannya.
Setelah lulus nanti diharapkan siswa yang sudah lebih merasa pede tersebut mempunyai pengalaman yang mantap untuk langsung memasuki dunia kerja.***
(arm)











Posted in 












