Tradisi ciblon atau bermain musik air di sungai kembali dihidupkan oleh warga Kampung Darakan, Prenggan, Kotagede, yang tinggal di tepi sungai Gajahwong Yogyakarta. Sabtu , 1 Mei 2010, kembalinya tradisi yang sudah hilang sejak tahun 80-an lantaran pencemaran air yang sudah kelewatan itu, dimeriahkan dengan ritual ‘memanggil ikan’ oleh seniman Jemek Supardi.

Jemek lakukan upacara ritual panggil ikan
Pargiyanto, salah seorang tokoh masyarakat Darakan berharap, warga yang tinggal di atas hendaknya juga ikut menjaga kebersihan sungai, dengan tidak membuang sampah di kali Gajahwong. Sebab, tak ada artinya warga setempat menjaga kebersihan lingkungan kalau di tempat lain masih asal buang di kali.

Saat ciblon ibu-ibu nembang dari pinggir sungai
Kebetulan, permukiman warga di sekitar Sungai Gajahwong, sudah mulai tertata. Warga membangun rumah dengan menghadap ke sungai sehingga sungai menjadi halaman rumah yang dijaga kelestariannya. Sementara itu, pemerintah kota sudah mengamankan pinggir sungai dengan bronjong.

anak-anak mulai bermain dengan asyiknya
Ciblon sendiri adalah sebuah gerakan telapak tangan yang dipukul-pukulkan ke air dengan berbagai variasi, sehingga memunculkan bunyi plak….. plung…. blang…… Para pemain ciblon mengaku punggungnya pegal-pegal karena sudah puluhan tahun tidak bermain ciblon.










Posted in 












